Sunday, May 19, 2013

Belajar tapi dibayar dan travelling tapi dibayar

Tugas baru saya menuntut saya untuk travelling setiap minggunya. Bahkan kalau lagi sibuk banget, saya dan atasan saya akan meninjau ke berbagai cabang 3X dalam seminggu. Dan itu bener-bener membutuhkan energi dan stamina yg fit. Tapi saya cukup beruntung karena saya memang hobi travelling. Jadi tugas ini buat saya tidak terlalu membebani pikiran saya. Karena saya menikmati perjalanan ini.

Tugas pertama saya sejak bergabung dengan perusahaan baru ini adalah melakukan seminar di Yogyakarta. Direncanakan kami terbang dengan Garuda Airways Jumat, 17 Mei 2013,Pukul 18:25PM. Berhubung saya belum tahu persis mengenai tema yg akan dibahas di seminar tersebut maka Mr. Y dan saya melakukan meeting selama 2 jam untuk menentukan apa saja yg akan beliau jelaskan di setiap slide. Setiap isi slide dan poin penting yg akan beliau sampaikan di setiap slide, kami beri warna kuning dan saya menuliskan semua yg harus diperhatikan saat penjelasan setiap slide dan saya catat di buku catatan saya.

Meeting selama 2 jam tersebut, membuat saya paham inti dari isi seminar ini. Saya cukup terkejut mengetahui bahwa betapa detail dan rinci perusahaan ini dalam menyikapi sebuah bisnis yg sehat dan mampu memberikan kontribusi yg tepat kepada masyarakat dunia dalam menjaga perdamaan dan keamanan dunia international. Seminar ini akan membahas tentang UU Ekspor International.  

Perusahaan baru saya ini, memutuskan akan memberikan training ini ke semua anak perusahaannya di seluruh dunia termasuk Indonesia. Bahwa bidang usaha perusahaan saya ini memang menuntut semua staffnya paham dengan baik tentang UU Ekspor Internatinal. Perusahaan induk di Jepang (mother Company) membuat kebijakan baru bahwa semua perusahaan yg tergabung di bawah perusahaan ini akan mematuhi laws and regulations international. Dan itu harus dipatuhi dan dijalankan segera. Paling lambat tahun 2013, semua staf sudah paham tentang peraturan baru ini, dan semua SOP sudah diperbaharui dengan standar yg baru dan siap diterapkan di lapangan.

Yogyakarta dipilih sebagai kota pertama untuk mengadakan seminar ini. Karena banyak cabang yg berlokasi di sekitar Yogyakarta. Saya sangat senang sekali. Karena saya sudah lama tidak menginjakkan kaki saya di Yogya. Saya rindu melihat perkembangan baru kota ini, meskipun hanya sekilas saya.

17 Mei 2013, kami berangkat bareng boss saya dan Mr. Y ke bandara Sutta, pukul 15:00. Mungkin karena khawatir terkena macet, maka kami pilih berangkat lebih awal ke bandara. Ternyata prediksi kami salah, jalanan ke bandara lancar banget, maka hanya dalam waktu 45 menit kami sudah tiba di bandara. Kami langsung menuju sub terminal 2F dan langsung check in dulu di counter Garuda. Bagusnya naik Garuda ini, saya tak perlu bayar pajak bandara lagi karena sudah digabungkan dengan harga tiket. Kalau dulu saya suka kesel banget karena antri bayar pajak bandara. Karena negara-negara maju umumnya sudah menggabungkan harga tiket dengan airport tax, seperti Singapore dan Japan. Ini mungkin sebuah perbaikan baru juga dari Garuda dalam mengurangi antrian di bandara karena harus antri bayar airport tax.

Terlalu banyak waktu yg tersisa karena kami tiba terlalu cepat. Kami harus menunggu 2 jam lagi sampai waktu boarding pass. Maka boss saya dan Mr. Y ngajak minum kopi di Starbuck, tapi saya nga minat, jadi saya pergi ke ATM mau beli voucher Excel di ATM BCA. Setelah itu saya menghabiskan waktu di toilet, cuci muka dan sikat gigi. Saya ingin menyegarkan diri saya.

30 menit sebelum waktu boarding pass, saya baru mendatangi mereka di Starbuck. Kami sempat ngobrol ngalor-ngidul nga jelas tentang kemacetan di Jakarta, sampai tiba waktunya kami harus menuju ke Gate 7. Malam ini semuanya terlihat santai dan tenang. Mungkin karena waktunya yg panjang banget jadi kami bisa santai dan tidak terburu-buru.

Lima menit sebelum waktu boarding pass kami berjalan menuju ruang tunggu. Di sana sudah ramai para penumpang yg menunggu. Saya masuk dan duduk di ruang tunggu sebelah kiri. Malam ini penumpangnya banyak juga para bule yg akan menuju Yogyakarta. Mereka duduk bergerombol, saya iseng memotret mereka. Kelihatannya masih muda-muda ya twenty something gitu deh. Sayangnya wajah bule ini cenderung boros, masih muda tapi sudah terlihat dewasa. Ckckck. 

Saat panggilan boarding terdengar, kami segera masuk dan menuju bis yg tersedia yg akan membawa kami ke pesawat. Seluruh kursi terisi penuh dan saya pun dapat kursi di bagian belakang. Saya duduk dekat jendela. Malam ini saya akan punya kesempatan melihat lampu-lampu yg menghiasi kota Jakarta dari ketinggian di udara.



Ketika kami sudah siap dan counter sudah menghitung jumlah penumpang dan kami akan segera take off. Bunyi suara pesawat dan rodanya yg sedang berlari di runway cukup terdengar keras di telinga saya. Saya coba menarik nafas agar telinga saya menjadi lega. Kini pesawat sudah meninggalkan landasannya dan melaju menuju ketinggian. Saya kini mulai menikmati suasana lampu-lampu yg menghiasi Jakarta dari jendela pesawat, indah luar biasa. Saya melihat ribuan lampu-lampu yg sangat indah sekali seperi sebuah mozaik lampu yg memiliki desain yg unik. Mobil yg melaju di jalan raya terlihat kayak korek api yg lagi berjalan. Terbang malam dan disuguhkan pemandangan malam yg indah begini selalu membuat saya terharu. Jakarta yg panas dan rumah-rumah mewah yg berpadu dengan rumah kardus yg kumuh tak terlihat dari ketinggian di udara. Yg tersisa hanya indahnya malam dengan lampu-lampunya. Seperti sebuah utopia. Saya ingin mengabadikannya dengan kamera saku saya, tapi hasilnya tak jelas. Tapi setidaknya rekaman keindahan malam ini bisa saya rekam di memori saya.


Petugas mengumumkan bahwa lampu seat belt sudah dipadamkan. Dan kami akan terbang menuju Yogya dengan lama terbang 56 menit. Cuaca malam ini dikabarkan kurang baik dan akan ada kemungkinan turbulensi di udara, jadi kami diminta untuk tetap memakai seat belt.


Para pramugari mulai sibuk membagikan snack malam ke para penumpang. Syukurlah masih diberikan snack dan aqua serta masih dibagikan minum ringan seperti juice, susu, kopi dan teh manis. Saya pilih susu segar dari Ultra. Saya lagi rajin minum susu.







Saya akan tulis berikutnya. Kali ini saya sajikan photo-photo saat di Jayakarta Hotel Yogyakarta dalam rangka seminar UU Ekspor Internasional dalam rangka menjaga perdamaian dan keamanan dunia.

Lobi utama Jayakarta Hotel Yogyakarta.



Hiasan bunga segar di depan entrance cukup menampilkan suasana Yogyakarta dan Indonesia banget gitu lo...


Suasana lobi utama di sisi kiri dekat resepsionis




Suasana kamar yg disediakan buat saya cukup besar dan fasilitasnya lengkap. Nyaman dan bersih banget dengan view yg sangat indah diluar sana. Sangat asri dan tenang banget.




Lorong menuju kamar saya di No.436




Hotel Jayakarta dari sisi kolam



Kolam dari lantai 4 terlihat indah dan asri





Breakfast bubur dan buah sebelum acara seminar dimulai di Jatayuroom

Ruangan seminar masih rapi dan bersih saat belum mulai dan saya cek naskah di depan dulu.

 Pesawat kami saat mau balik ke Jakarta dan Yogya diguyur hujan deras...

Sebelum pulang dan setelah seminar saya dgn para staf Jepang ke Prambanan Temple dulu hehehe...

Detail cerita menyusul yah,,,

Itu yg saya maksud belajar UU Ekspor Internasional dibayar, travelling dengan fasilitas yg cukup nyaman juga di bayar. Lalu apa yg harus saya lakukan selain berdoa dan berterima kasih kepada Tuhan...My dreams came true, because There are no coincidences, everything happens for a reason

No comments:

Post a Comment