Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Saturday, September 10, 2011

Dering telpon yg kutunggu


Aku terbangun tanpa deringan telpon…
Hari ini katanya hari spesial buatku…
Kucari-cari hp-ku di sekitar tempat tidurku…
Ketika kutemukan…tak ada pesan khusus yg kuterima…


Friday, September 9, 2011

Is it destiny?


Ketika hati miris mengingat segalanya…
Segalanya yg sudah terjadi…
Ketika segala yg menyesakkan dada…
Tak tertahankan lagi…
Tubuhku serasa melayang di antara ruang hampa…

Sunday, September 5, 2010

Senja memerah di Benkayang Kalbar

  Mea Says:

Nuchan: ya bolehlah, kan sedekah di bulan Ramadhan pahala, meski cuma sedekah foto, haha.
Menatap mentari dalam senja yang gemilang
Jingga yang berpendar
Adalah keindahan semesta
Menjelajahi cakrawala dan menuai kata dari langit
Jejak-jejak yang tersisa
Merupakan rahasia hidup
Bengkayang, suatu senja di bulan Agustus

Penantian di senja memerah

Matahari telah menukik tajam
Menuju ufuk Barat
Semburat senja yg memerah
Tak mampu menghentikan galau di hatiku

Mataku tetap menatap lurus
Ke arah pantai
Air laut beriak tenang
Kapal-kapal pun telah diam membisu
Dan aku pun masih terus terpaku di sisi jendela kamarku
Senja yg sunyi dan tenang ini
Tak mampu meredakan rinduku yg hebat padanya

Berulang-ulang nuraniku berbisik lirih
Sudahi saja penantian ini
Berulang-ulang pula otakku berteriak
Bahwa aku harus terus menantinya
Tapi sampai kapan?
Sedangkan mentari senja pun telah terbenam amblas
Dan yg tersisa hanya gelap dan gelap

nuchan@05092010

Thursday, July 22, 2010

Cinta yg hilang

Kemanakah perginya cinta
Yang dulu bersemi di hati
Menyinari kebahagiaan
Pencetus azimat sakti
Kemudi nadi hidupku

Kemanakah hilangnya rindu
Yang dulu mencuri lenaku
Semarak kasih sayangku
Ingatan semurni cintaku
Setulus ikhlas hatiku


Tuhan kusadari
Cinta yg pergi
Tak akan kembali
Jiwa tersiksa menanggung luka
Di atas segala perbuatannya

Biarpun kenangan menghantui diriku
Tak akan ku pulang ke pangkuannya
Namun betahkah aku
Untuk mempercayai lagi
Ketulusan cinta
Yang kononnya
Putih dan suci

Ada Apa Dengan Cinta ?

Perempuan Datang Atas Nama Cinta
Bunda Pergi Karena Cinta
Digenangi Air Racun Jingga Adalah Wajahmu
Seperti Bulan Lelap Tidur Di Hatimu
Yang Berdinding Kelam Dan Kedinginan
Ada Apa Dengannya ?

Meninggalkan Hati Untuk Dicaci
Lalu Sekali Ini Aku Lihat Karya Surga
Dari Mata Seorang Hawa
Ada Apa Dengan Cinta ?

Tapi Aku Pasti Akan Kembali Dalam Satu Purnama
Untuk Mempertanyakan Kembali Cintanya
Bukan Untuknya Bukan Untuk Siapa
Tapi Untukku...
Karena Aku Ingin Kamu
Itu Saja...

Friday, June 18, 2010

Lelah


Aneh …setelah sekian lama aku hampir berhasil melupakanmu
Tiba2 saja dadaku sesak ketika ingat kamu
Aku bahkan tak tahu apa sebabnya tiba2 rindu yg sangat hebat melanda dadaku
Dadaku serasa sesak dan sakit ketika ingat kamu
Tanpa terasa air mata sudah mengembang di sudut kanan mataku

Tiba2 jiwa dan ragaku lelah
Lelah selelah2nya
Aku tak bisa menggambarkannya dengan kata2
Aku hanya ingin istirahat dan tidur panjang
Untuk menghilangkan penat  yg luar biasa

Aku ingin bersandar sejenak
Mencari tempat yg nyaman untuk sekedar menghilangkan keresahanku
Ah Tuhan di mana Engkau saat ini…
Atau aku yg terlalu lelah dan buta sehingga tak menyadari bahwa Engkau ada di sisiku
Atau aku yg terlalu keras memaksakan kehendakku
Sehingga Engkau berpaling dariku…

Aku hanya ingin secercah kebahagiaan
Aku hanya ingin seperti Engkau
Lembut, manis dan sinar matamu yg teduh dan bersahaja
Izinkan aku sekedar memiliki sebiji sawi  keputihan hatiMU
Agar sembuh seluruh luka2 jiwaku

Aku telah terlalu jauh mengembara di dunia mu yg fana
Terlalu banyak jalan berliku dan fata morgana
Ulurkan tangan kasihMu
Gapai aku dalam rengkuhan kasihMu
Ajar aku tuk mengerti jalanMu
Agar aku tak lari dari cahaya cintaMu….    

nuchan@24102008
copyright

Sepenggal asa yg tersisa

Ingin kuberlari mengejar asa yg tersisa,
tapi seperti ada tangan2 gaib yg menahan langkahku,
ingin kusibak tangan gaib itu,
tapi cahaya yg menyilaukan menghalangi pandanganku,
sebegitu jauhnya jarak antara asa dan diriku,
membuat aku lelah mengejarmu....
Mendekatlah asa-ku aku sudah tak punya kekuatan mengejarmu    

nuchan@290409
copyright

Ada apa denganku?


Tiba-tiba dadaku begitu sesak
Menahan amarah kesal benci berbaur jadi satu
Entah angin apa yg menyebabkan serangan masalah
Yg datang bertubi-tubi seolah2 tak memberi sinyal
Aku tak siap menahan badai yg datang
Tubuhku limbung dan mual
Bahkan airmataku pun tak bisa menetes
Otakku rasanya buntu tak menerima
Aliran energi positif
Telah teracuni amarah yg membuncah didada

Monday, June 14, 2010

Potret buram

Puisi
Bumi masih berduka
Langit masih menangis
Tumbuhan masih bernyanyi
Tembang-tembang duka yg sunyi
Angin masih semilir berhembus
Mengirimkan berita duka ke seluruh penjuru alam
Bahwa telah terjadi tragedi kemanusiaan
Di sini di sini di langit Jakarta yg buram
Seburam potret-potret kematian saudaraku2
Yg meregang nyawa tanpa ditemani sanak-saudara
Dalam ledakan bom yg mematikan
Jumat,17 July 2009

Melewatkan senja dibalik jendela

Matahari telah menukik ke ufuk Barat
Yg tersisa hanya sedikit semburat oranye
Perlahan-lahan menghilang
Yg tersisa kini senja yg mulai gelap
Tapi angin masih bertiup kencang
Melambai-lambaikan daun-daun di pepohonan
Dan burung-burung pun mulai beterbangan kembali ke kandang

Sunday, June 13, 2010

Apakah layak untuk kuminta kembali

Aku menangis ketika akhirnya aku menyadari tak bisa mengingat wajahmu lagi
Aku menangis ketika tak bisa mengingat wangi tubuhmu lagi
Aku menangis ketika tak mampu mengingat senyummu lagi
Aku menangis ketika tak mampu mengingat suaramu lagi

I love you,my angel

Perpisahan dengan orang yg saya kasihi selalu menorehkan rasa duka yg dalam, luka yg tak terperih dan tangisan yg seolah-olah  tak berkesudahan. Meskipun saya tahu bahwa perpisahan itu memang harus terjadi. Tinggal tunggu waktu saja. Tetapi ketika waktu itu datang, saya ternyata tak pernah bisa siap menerimanya. Bukan saya menolak kehendak Ilahi, bukan saya menolak takdir, bukan pula saya tak percaya bahwa surga di sana pasti jauh lebih indah, tapi perasaan sedih,nelangsa dan luka tak terperih itu terjadi begitu saja, sulit dikendalikan, meremukan hati saya.