Showing posts with label Buku. Show all posts
Showing posts with label Buku. Show all posts

Monday, December 13, 2010

The Power of Now (Eckhart Tolle)

Dikasih pinjam buku sama teman judulnya The Power of Now karya Eckhart Tolle. Katanya sich bagus. Malam ini mau coba baca dulu. Menarik apa nga ya? Lihat bukunya kayaknya serius dan berat banget hahaha...Semoga saja bisa mudeng hehehe. Soalnya lagi nga mood suruh baca yg berat2 hahaha...

The Wisdom of  Eckhart Tolle

Having access to that formless realm is truly liberating. It frees you from bondage to form and identification with form. It is life in its undifferentiated state prior to its fragmentation into multiplicity. We may call it the Unmanifested, the invisible Source of all things, the Being within all beings. It is a realm of deep stillness and peace, but also of joy and intense aliveness. Whenever you are present, you become "transparent" to some extent to the light, the pure consciousness that emanates from this Source. You also realize that the light is not separate from who you are but constitutes your very essence.

Sunday, December 5, 2010

Selimut Debu (Pernak-pernik)

Catatan kaki Selimut Debu





Membaca buku Selimut Debu ini, maka saya akan sering bertemu dengan catatan kaki. Dalam satu buku ini berisi  33 buah catatan kaki. Lalu apa istimewanya 33 buah catatan kaki ini? Ya, menurut saya cukup istimewa karena penjelasannya singkat tapi padat. Dengan membaca catatan kaki ini, saya menjadi sedikit paham tentang artinya , atau maknanya atau sejarah singkat negeri Afghan. Dan bagian catatan kaki ini sekaligus mendorong saya sebagai pembaca awam untuk mencari tahu lebih dalam  lagi arti atau makna atau sejarah negeri Afghan yg sebenarnya.

Kalimat pembuka setiap bab



Pada saat membaca Selimut Debu ini, Anda pun akan  terpesona dengan setiap kalimat pembuka yg dihadirkan oleh Agustinus pada setiap bab dalam buku ini.Yang menarik buat saya selaku pembaca awam adalah setiap bab dalam buku Selimut Debu ini akan dibuka dengan kata-kata bijak seperti quote, philosophy, poem, folk song dan lain-lain. Bagi saya   kata-kata bijak ini sangat membantu saya sebagai pembaca awam dalam berimajinasi dan sekaligus memperkaya pengetahuan  saya  tentang esensi dari  petualangan gila Agustinus ini dalam satu bab tersebut.

Tidak memiliki Daftar Isi


Saya sempat bingung kenapa buku Selimut Debu ini tidak melampirkan halaman daftar isi buku ini. Apa maksudnya ya? Ada unsur kesengajaan atau tidak yah? Kalau ada, kenapa? Apakah terkait dengan cost down? Semakin tipis bukunya semakin mampu menekan harga jual buku tersebut. Lagian selama ini halaman daftar isi pun tidak terlalu menolong pembaca dalam memahami isi buku tersebut. Atau penerbit lupa kali yah? Entahlah. Saya hanya terheran-heran saja. Kurang lazim sebuah buku tidak memiliki halaman daftar isi. Walaupun dalam kasus buku Selimut Debu ini, ketidakadaan halaman daftar isi membuat saya menjadi fokus membaca bab demi bab secara berkesinambungan. Biasanya kalau ada halaman daftar isi, saya suka tergoda membaca secara acak bab demi bab. Hehehe.Ayak-ayak wae!

Simbol




Saya juga bertanya-tanya apa kira-kira arti dari simbol ini ya? Gambar ini mewakili apa ya? Apakah sekedar aksesoris saja tanpa memiliki arti khusus. Atau memang ada artinya ya? Hmmm, karena bingung jadi milih cuek aja dech. Walaupun cukup penasaran juga dengan arti simbol ini hehehe.

To be continue.
nuchan@122010

Thursday, July 8, 2010

Dwilogi Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas

Novel terbaru karya Andrea Hirata sudah terbit. Buat teman2 yg gandrung dgn tulisan Andrea Hirata, sudah bisa beli di Gramedia hehehe.

PADANG BULAN menceritakan Enong yang bertekad untuk belajar bahasa Inggris dengan ikut kursus di Tanjong Pandan. Enong tahu, umurnya akan menjadi tantangan paling besar karena dia harus bersaing dengan anak-anak muda.

Sementara itu, Ikal terpukul oleh penolakan ayahnya. Cintanya kepada A Ling sudah bulat, namun ternyata ayahnya menolak mentah-mentah. Sementara, A Ling juga entah di mana. Akibatnya, Ikal merasa otaknya sedikit terganggu dan memutuskan untuk mencari pekerjaan ke Jakarta, menjadi pegawai berseragam yang memiliki uang pensiun seperti yang diinginkan ayah dan ibunya.

Tepat sebelum nakhoda kapal mengangkat sauh, Ikal berubah pikiran. Ada yang belum tuntas ia selesaikan. Ia harus kalahkan Zinar dalam tanding catur!

CINTA DI DALAM GELAS bertutur tentang tugas berat di pundak Ikal. Dia harus membantu Maryamah memenangkan pertandingan catur saat 17 Agustus nanti. Maryamah, yang menyentuh bidak catur saja belum pernah, harus mengalahkan juara catur selama dua tahun berturut-turut yang sekaligus juga mantan suaminya. Namun, lebih dari itu, jenis kelamin Maryamah menjadi tantangan berat untuk bisa mencebur ke dalam pertandingan penuh harkat bagi kaum lelaki ini.

Bagi penonton yang pro maupun kontra, usaha Maryamah jelas sebuah suguhan yang sangat menarik. Begitu pulakah dengan Maryamah?

Sumber : Mizan

Posted by Nuchan