Wednesday, September 7, 2011

Berpikir positif & Sekilas kisah IL Nommensen

Membuat pikiran tetap tenang dan waras saat digempur persaingan yg kurang sehat di dalam sebuah komunitas maupun lingkungan kerja adalah tetaplah berpikir positif. Lakukan yg terbaik buat semua orang, jangan pandang bulu. Kebaikan akan selalu menang melawan kebatilan. Syetan pun takut dengan kebaikan. Kejahatan  pun akan takluk dengan kebaikan.

Mencari-cari kesalahan orang lain hanya akan membuat otak dan pikiran kita menjadi terbalut iri dan dengki. Sebab apakah upah orang yg melakukan tindakan buruk terhadap musuhnya? Itu hanya akan membuat kita semakin buruk dan sama kotornya dengan musuh kita. Saya dulu begitu najis dan muaknya dengan nasehat orang tua saya yg berpesan kepada anak-anaknya : Hormatilah musuhmu. Karena dari musuhmu kamu akan belajar waspada dan berhati-hati saat melangkah. Sekarang saya baru menyadari bahwa apa yg dipesankan orang tua saya itu benar. Saya belum sampai ke tahap yg lebih ekstrim : Kasihilah musuhmu. Ohlala kayaknya ini sulit saya lakukan. Padahal di dalam ajaran keyakinan saya itu, sebuah harga mati untuk mengasihi musuh. Sebab apakah upah orang yg hanya mengasihi orang yg baik padanya. Sama sekali tidak ada upahnya.

Tiket Kereta Api VS Bika Ambon

Kereta api yg membawa saya menuju Medan berangkat pukul 8:00 pagi, itu yg tertera di tiket KA saya.  Seperti biasa saat Lebaran tiket KA selalu terjual habis, laris manis bak kacang goreng. Demi selembar tiket orang-orang rela mengantri berjam-jam lamanya. Saya pun sering tak habis pikir, kenapa pihak PJKA tidak menjual tiket ini secara online. Penumpang yg ingin mudik dipaksa untuk antri di depan loket. Yg jam bukanya pun suka-suka para petugasnya. Cape deh. Tapi itulah seni hidup di Indonesia. Segala hal yg mudah dan sederhana dibikin sulit. Saya yg sudah tahu betul kebiasaan orang Indonesia ini, seminggu sebelum keberangkatan saya sudah booking tiket via travel saja, harganya memang lebih mahal sedikit dibandingkan beli langsung tapi nga pakai acara antri bo. Sudahlah gara-gara uang sedikit, saya tak mau capek dan kesal antri di sana. Belum tentu juga dapat tiket. Biasalah ada-ada saja calo yg mencari kesempatan dalam kesempitan.  Mungkin calo juga manusia kali ya.

Saya pesan tiket via travel dan bilang sama ponakan saya untuk segera membeli tiket tsb. Pastikan tiket yg saya inginkan itu sudah harus ada ditangan ponakan saya paling lambat tanggal 30 Aug 2011. Saya tak mau mendengar janji-janji yg biasa didengungkan para penjual jasa di travel. Katanya tiket oke, tapi pas hari ”H” tiket yg dibutuhkan tidak ada, habis terjual. Ohlala saya nga mau drama konyol beginian. Akhirnya sesuai instruksi saya, tiket sudah ditangan ponakan saya tertanggal 30 Aug 2011. Kini saya bisa bernafas lega. Setidaknya saya sudah merasa nyaman.

Dari rumah kakak saya di Kompleks Sakura Indah  menuju stasiun KA tak begitu jauh.Paling lama naik mobil hanya 5-10menit saja. Pagi itu kami keluar rumah sudah pukul 7.40 pagi. Suasana jalanan masih normal. Lagian di kampung jarang ada kemacetan, kecuali ada kecelakaan lalu lintas. Hehehe

Saat tiba di stasiun KA, suasana peron sudah ramai dengan penumpang yg hilir mudik. Masih ada beberapa penumpang yg antri beli tiket. Sayang sekali sudah menjelang detik-detik terakhir, saya lihat ada beberapa pembeli tiket yg kecewa karena tiket habis terjual. Kasihan sekali. Sudah antri tapi tiket habis katanya. Itulah yg saya khawatirkan kalau beli tiket KA, sudah antri lama tapi tiket habis. Dan kalau ada kepentingan yg mendesak bisa bikin frustrasi. Coba PJKA jual tiket online, pasti lebih praktis buat para pembelinya.

Waktu sudah pukul 8:00 pagi tapi kereta belum berangkat karena ramainya penumpang hari itu. Saya masih berdiri di dekat pintu masuk sambil ngobrol2 dengan kakak saya. Tak berapa lama pluit berbunyi, saya segera lari kalang-kabut dengan adik saya. Saya tak sempat mengecek nomor gerbong saya. Tapi dengan terburu-buru saya naik ke salah satu gerbong dengan adik saya. Ampun dah. Untung nga ketinggalan kereta hahaha. Ternyata kami duduk di gerbong dua. Saya no. 4A dan adik saya no.7A. Ternyata bangku kami terpisah. Suasana di gerbong dua masih relatrif nyaman dan bersih karena pakai AC. Memang gerbong 1-4 itu adalah kelas eksekutif.Sisanya kelas ekonomi. Saya pilih pakai kelas eksekutif, karena tak mau diganggu para pedagang asongan yg sering berhamburan masuk saat berhenti di beberapa stasiun kecil. Kalau suasana di kelas ekonomi sering ramai, pengap dan panas banget karena cuma pakai kipas angin saja. Belum lagi banyak pedagang asongan yg bebas keluar masuk gerbong saat KA berhenti mengangkut penumpang di stasiun berikutnya. Ihhh cape deh.

Saat kereta api sudah melaju, saya pilih baca buku Madre karya Dewi Lestari. Dalam sekejab saya sudah tenggelam dalam bacaan saya. Seperti biasa buku-buku karya Dewi Lestari ini sering kali berhasil membawa saya menikmati jalinan kalimat yg begitu indah dan dalam maknanya. Dewi memang menuturkan kisah Madre ini dengan sangat apik sekali. Kalimat demi kalimat membawa saya menghayati dan seolah-olah saya menyatu dengan sosok Tansen yg menjadi tokoh sentral dalam buku ini. Kisah Madre ini membuat saya merenung bahwa hidup memang sering kali penuh kejutan. Seperti apa rasanya sejarah hidup kita berubah hanya dalam sehari?

Lelah membaca, saya pilih tidur-tidur ayam. Saya tiduran sambil mendekap tas saya untuk menahan udara dingin dari AC. Saya sempat tidur terlelap. Rasanya nikmat. Saya terbangun saat kereta berhenti di salah satu stasiun, dan dari jendela saya mendengar suara para pedagang makanan yg sedang berteriak-teriak meneriakkan dagangannya. Ada pecal sayur, ada mie kuning bumbu pecal, ada bihun goreng, ada sate kerang dan ada juga kripik-kripik ubi.Ada juga pedagang air mineral. Mereka berdagang hanya di depan pintu masuk gerbong saja. Karena para petugas tak mengizinkan mereka masuk gerbong kelas eksekutif.

Saya berjalan menuju pintu masuk gerbong dan memesan mie kuning pakai bumbu pecal dan campur sate kerang. Hmmm membayangkannya saja sudah membuat saya lapar dan mengundang air liur hehehe. Saya pesan dua pincuk. Di sini mereka masih menjual mie goreng pakai daun pisang yg dipincuk pakai lidi. Terasa nilai tradisionalnya. Saya dan adik saya menikmati mie kuning bumbu pecal dan sate kerang yg sangat nikmat rasanya. Kalau anda penggemar kebersihan dan suka yg serbahigienis, pasti anda tak sudi membeli makanan dari para pedagang ini hehehe. Tapi bagi saya tidak terlalu masalah, kalau lapar dan kelihatannya enak, ya disikat sajalah, daripada perut lapar hehehe. Terbukti mie kuning bumbu pecalnya memang enak. Saya rasa bumbu pecal di Sumatra itu rasanya pas dan enak banget di lidah saya.

Uniknya para pedagang asongan di kereta api ini sungguh kreatif ya. Mereka jual kopi panas dengan cara membawa termos air dan kopi bungkusan. Tinggal modal kopi bungkusan dan termos air panas saja,  mereka berjalan menjajakan kopinya. Dan memang banyak yg minat beli kopi panas hehehe. Tak kalah gila di sini harga satu botol air mineral Aqua sebanyak 600ml, dijual 4000ribu rupiah. Mehong abis. Tapi memang masih bisa ditawar sih jadi 3-4ribu per botol. Tergantung cara anda menawarlah. Bikin wajah memelas pasti dikasih 3ribu rupiah per botol hahahaha. Dikirain kamu sedang pailit kali selepas Lebaran hehehehe. Saya suka dengan usaha yg gigih dari para pedagang ini. Seni naik KA di Sumatra ya begini, bisa jajan di setiap stasiun. Aneka jajanan pasar yg serbaenak. Hitung-hitung mirip wisata kuliner ajalah. Tempat yg paling banyak jajanannya itu biasanya di Kisaran dan Tebing Tinggi. Kalau di Tebing Tinggi malah lebih enak karena banyak yg jual lemang bambu. Lemang itu terbuat dari beras pulut putih  yg dicampur dengan santan terus dimasukkan ke wadah bambu lalu dibakar. Hasilnya adalah lemang yg rasanya lemak dan beraroma sedap. Saya suka makan lemang dari Tebing Tinggi. Biasanya lemang ini disebut nasi jaha di Manado, tapi rasanya sama saja, sama-sama enaklah. Jadi kalau kamu ke Sumatra Utara, jangan lupa cobain makan lemang dari Tebing Tinggi ya.


Pukul 13:30 siang kereta api sampai di Medan. Huh langit mendung tapi udaranya agak lembab dan tidak nyaman. Suasana di pintu keluar ramai dengan para tukang bentor aka becak bermotor, taksi, dan angkutan umum. Di Medan banyak sekali bentor. Modelnya sedikit beda dengan becak yg ada di Jogyakarta. Tapi serunya bisa muat untuk bertiga. Harganya sedikit lebih murah dibandingkan taksi. Tapi menurut saya, kalau jalanan tidak macet, lebih baik naik taksi saja yg pakai argometer, lebih nyaman.  Tapi kalau sedang buru-buru memang becak bermotor bisa jadi pilihan juga sih, karena bisa balap dan menyalib hahaha. Biar cepat sampai.

Hari itu pesawat saya berangkat pukul 19:20 malam dari bandara Polonia Medan. Jadi saya masih punya waktu luang buat cuci mata dulu di Medan. Rencana pertama saya hari ini, ingin ke Sun Plaza dulu ambil kaca mata progresif yg dipesan adik saya di Optik Asean di Ground persis dekat toko buku  Gramedia. Kami pilih naik becak bermotor saja karena dekat banget dari stasiun kereta api. Sekalian sudah rindu naik bentor.

Rencana kedua adalah belanja bika Ambon,markisa,brownies,dll di Toko Zulaikha. Lokasinya  di jalan Mojopahit. Dari Sun Plaza pun kami putuskan naik bentor ke jalan Mojopahit.

Tuesday, September 6, 2011

Mudik ke Medan Aug 2011

Mendarat di Bandara Polonia Medan 27 Aug 2011
Pesawat saya mendarat di Bandara Polonia Medan pukul 19:30 malam WIB.  Keluar dari ruangan kedatangan sudah ramai dengan para penjemput di depan pintu keluar. Suasana ruangan kedatangan untuk domestik sungguh menyedihkan, terlihat kumuh dan kotor. Meskipun mendarat malam hari, tapi udaranya cukup panas dan membuat tubuh saya gerah dan lengket. Penerbangan ini sungguh melelahkan buat saya. Ruangan saat klaim bagasi yg sangat sempit, membuat orang yg berkerumun menunggu bagasi keluar sangat ramai dan padat. Ditambah lagi para porter barang yg sibuk menawarkan jasanya, menambah sumuk dan menyebalkan. Troli barang yg seharusnya bisa diambil dengan mudah tapi karena para porter barang ini sudah mendominasi dan mengambil troli barang yg tersedia  sehingga saya tak bisa menemukan troli yg sedang ngangur. Sebel campur jengkel menyatu di benak saya, tapi tak kuasa menghadapi kebiasaan orang Medan yg serbasemrawut. Saya mencoba meredakan rasa kesal saya dengan bergumam dalam hati saya, nikmati saja keadaan yg ada. Jangan marah, jangan kesal dan jengkel, itu tak akan menyelesaikan masalah. Inilah salah satu seni memasuki kota Medan, bisik saya dalam hati sebagai penawar rasa galau dan jengkel saya.

Sambil menunggu bagasi keluar, terdengar suara handphone saya berbunyi, ada sms dari adik laki-laki  Evi, sahabat saya. Mereka sudah tiba di bandara dan sedang menunggu di dekat ATM BCA, sebelah kanan saat pintu keluar. Apa gerangan kenapa mereka menunggu saya, tak lain tak bukan karena Evi menitipkan mukena baru sebagai hadiah Lebaran buat saudara-saudaranya di Medan. Titipan Evi yg lumayan berat ini cukup menambah banyak daftar bawaan saya yg memang sudah banyak pula. Saya tak bisa menolak titipan ini karena ternyata Evi balik ke Medan pada tanggal 31 Agust 2011. Sementara saudara-saudaranya mungkin sudah membayangkan Sholat Ied dengan mukena baru. Saya menyetujui membawa mukena ini karena memang situasinya sudah mepet buat Evi untuk mengirimkannya via TIKI, khawatir tak sampai sesuai waktu yg diharapkan. Evi terpaksa menyogok saya 100ribu rupiah untuk membayar bagasi katanya. Padahal harga kelebihan beban bagasi saja saat ini 95ribu per kilo di AA. Alamak! Tapi sudahlah tak perlu dibahas begitu panjang, saya sudah ikhlas untuk membawanya. Semoga pula mukena baru ini membawa keberkahan buat saudaranya.

Wednesday, August 31, 2011

Napak tilas ke Muara Nauli - Danau Toba

Perjalanan ini sangat melelahkan. Saya tak menduga perjalanan ini akan sangat menguras tenaga, hati dan pikiran saya. Harapan saya terlalu tinggi untuk melihat kampung halaman ayah saya, nun jauh di sana di Muara Nauli di dekat danau nan indah di Danau Toba. Ketika saya lontarkan ide gila ke kakak saya bahwa saya sangat ingin berkunjung ke tanah kelahiran ayah saya, maka tanpa pikir panjang dia setuju. Maka saya pun sangat antusias untuk menyambut liburan ini.

Kami pilih melakukan napak tilas ke Muara - Danau Toba saat Lebaran 2011, karena saat Lebaran kantor saya libur panjang sekitar 2 minggu. Untuk menghindari banyak mengambil cuti tahunan maka Lebaran adalah waktu yg tepat. Tapi sayang saya lupa memperhitungkan bahwa saat Lebaran suasana sangat ramai dan padat. Jalanan sangat ramai dan hotel-hotel pun ternyata ramai dipadati orang-orang yg sedang menghabiskan liburan. Kebayang khan saat liburan begini karena hotel padat pengunjung maka  harga hotel juga mehong (mahal) abis booo naik 2X lipat dari harga normal. Cape deh.

Tiket

Setelah kami putuskan untuk berlibur di saat Lebaran, maka jauh-jauh hari saya coba mengecek harga pesawat AA yg ke Medan. Ternyata pesawat AA sudah tidak terbang lagi ke Medan dari Cengkareng. Saya tidak tahu sejak kapan aturan ini berlaku. Saya hanya kaget dan jengkel saja, ketika tahu AA sudah tidak terbang lagi ke Medan. Kebayang sulitnya mendapatkan tiket yg murah karena saya paling malas naik Garuda yg harganya mahal dengan pelayanan superbiasa. Lion atau Mandala atau pesawat lainnya yah kebayang khan pesawat ini sering tak memperhitungkan nyawa penumpang. Mentang-mentang harga kompetitif tapi pelayanannya agak menurun, cape deh. Saya lebih nyaman naik AA yg sudah jelas kebijakan manajemennya "Now everybody can fly" tapi masih jelas juga kebijakan keselamatannya. Semua serba lumayan dan memadailah, sesuai isi kantong saya.

Tapi saat ini hal itu tak mungkin bisa dilakukan karena AA sudah tidak terbang lagi dari Cengkareng ke Medan. Pusing deh. Tapi tiba-tiba ada info dari teman saya yg bilang AA masih terbang dari Bandung ke Medan. Iseng saya cek biaya terbang dari Bandung ke Medan, total biaya penerbangan sekitar 1.5juta rupiah untuk pulang pergi saat Lebaran. Saya tanpa pikir panjang memutuskan untuk terbang saja dari Bandung menuju Medan. Saya pikir asyik juga yah kalau bisa terbang dari Bandung, sekalian jalan-jalan dulu di Bandung. Entah kenapa ide gila ini muncul di otak saya. Entah kenapa keputusan gegabah ini muncul di benak saya. Entahlah. Ini keputusan aneh yg pernah saya buat dalam hidup saya. Sebelllllllllllllllllll!!!

Tentu saja 3 bulan sebelum Lebaran, saya tak merasakan dampak yg berarti saat membeli tiket tersebut. Tapi seminggu sebelum Lebaran saya baru menyadarinya bahwa perjalanan menuju Bandung akan mulai padat merayap karena sudah banyak yg mudik. Saya terbang dari Bandara Husein Sastranegara Bandung Sabtu 27 Agustus 2011, 3 hari sebelum Lebaran yg sudah ditentukan di kalender perusahaan saya.Mengingat jalanan pasti padat ke arah Bandung, pikiran saya sudah menjadi keruh dan tak nyaman lagi. Tapi kondisi saya terselamatkan oleh pemberitahuan terbaru dari AA kalau jam penerbangan saya di Retime dari pukul 14:35 PM menjadi pukul 17:00PM. Aha saya tidak perlu panik lagi karena saya punya cukup waktu.

Monday, August 22, 2011

New life & new hope 2011

Memulai hidup baru. Tahun baru dimulai dengan suasana hati yg baru. Resolusi baru. Rencana-rencana baru. Merencanakan cara dan gaya hidup baru. Mind-set baru. Semakin bertambah usia maka semakin perlu melihat kembali ke belakang perjalanan hidup saya. Menilik semua kesalahan yg saya perbuat dalam menjalani hidup.

Membuat daftar kesalahan selama satu tahun penuh.
Salah mengambil keputusan dalam beberapa hal dalam hidup
Salah menilai orang lain.
Salah mengelola keuangan.
Salah menggunakan waktu.
Salah dalam menjaga kesehatan
Salah investasi.
Salah-salah yg lain yg daftarnya sangat panjang.
Salah menyakiti orang lain baik sengaja maupun tidak sengaja.
Salah memilih komunitas sehingga memperburuk keadaan.
Salah memilih teman yg malah justru tidak memberikan pertumbuhan secara moral.
Banyak salah yg lain yg sulit bila disebutkan satu persatu.

Tahun baru ini, menjadi momen yg tepat untuk menilik kembali semua kesalahan ini. Jadikan ini menjadi turning point untuk memulai hidup baru. Membersihkan hati dari segala kemarahan terhadap diri sendiri. Membersihkan hati dari kemarahan terhadap orang lain, yg kadang tanpa mereka sengaja melukai hati saya. Memaafkan diri sendiri dan juga memaafkan segala kesalahan orang lain. Berdamai dengan segala kesalahan dan kemarahan yg saya perbuat sendiri. Memulai dengan harapan dan asa yg baru.

Membuat daftar rencana perbaikan diri menuju hari depan yg lebih baik.
Belajar mengambil keputusan yg tepat sesuai hati nurani.
Belajar melihat orang lain seperti menilik hati sendiri.
Belajar menempatkan uang sesuai kebutuhan yg tepat guna.
Belajar memanfaatkan waktu yg ada demi kebaikan diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Belajar hidup sehat dan menyayangi tubuh sendiri.
Belajar menginvestasikan waktu dan uang sesuai fungsi yg benar. Time is money.
Belajar memaafkan diri sendiri. Berdamai dengan hati.
Belajar melihat orang lain seperti diri sendiri. Belajar tidak menyakiti orang lain baik perkataan maupun perbuatan.
Belajar bergaul dengan komunitas yg tepat.
Belajar memilih sahabat yg baik dan tepat.
Belajar dari semua kesalahan yg kita perbuat.
Belajar memaafkan dan melupakan hal-hal yg buruk.
Belajar melihat sisi positif dari semua hal.

Semoga renungan ini bisa membuat saya lebih dewasa dan lebih bijak dalam menjalani hidup. Hidup ini terlalu singkat. Semoga saya bisa mengisinya dengan hal-hal yg baik dan indah dan tidak melakukan hal yg sia-sia dan tak berguna, baik buat diri sendiri maupun terhadap lingkungan sekitarnya...

nuchan@22082011

Sunday, August 21, 2011

Bening dan ikhlas

Memastikan hati kamu bening dan ikhlas, saat orang lain mencibir,melecehkan, memandang hina, dan melukai perasaan kamu, saat kamu terjatuh dan tergeletak diterpa badai kehidupan adalah hal yg paling sulit. Tapi bila kamu lolos dengan badai ujian ini, maka orang lain akan melihat dan angkat topi dengan keteguhan hati kamu…Salah satu yg lolos ujian ini adalah Hillary Rodham Clinton…Kalau dia bisa, kamu pun pasti bisa…GBU!

nuchan@22082011

Thursday, August 18, 2011

Cari rumah kog kayak cari jodoh

Seorang teman saya pernah bilang bahwa kalau cari rumah itu, jodoh-jodohan. Maksudnya walaupun saya sudah senang dengan rumah tersebut tapi kadang belum berjodoh jadi tidak bisa memilikinya. Alasannya bisa macam-macam, bisa jadi tiba-tiba ada yg lebih dulu membelinya, kalah cepat. Bisa jadi saat kedua-belah pihak sudah setuju, penjual dan pembeli, tapi saat mau dilanjutkan secara serius ternyata ada dokumen yg harus dipenuhi penjual tapi tak lengkap, begitu juga sebaliknya. Pokoknya ada-ada saja penyebabnya, sehingga rumah tersebut tak bisa kita miliki. Maka teman saya bilang : itu belum berjodoh. Semula saya tertawa geli saat dia bilang begitu, karena selama ini saya belum pernah mengalaminya sendiri. Cari rumah koq kayak mencari jodoh, susah-susah gampang.

Dulu waktu saya beli rumah yg pertama, tidak mengalami kesulitan sama sekali. Cukup cek perumahan mana yg cocok di hati, minta brosurnya, pelajari seluruh harga-harga dan syarat-syarat yg ditawarkan, kemudian memutuskan type rumahnya dan berapa lama mau dicicil. Dan bila sudah diputuskan  type rumahnya, serahkan booking fee dan seluruh dokumen yg dibutuhkan  ke pihak developer perumahan dan mereka yg mengurus sisanya. Saya hanya menyediakan dokumen lengkap dan uang panjar (down payment), setelah itu,  tinggal tunggu hasilnya saja, lolos atau tidak. Tidak pernah ribet bin rumit. Bahkan rumah yg kedua pun sama saja, tidak rumit. Persis seperti rumah pertama. gampang.

Liku-liku perburuan rumah ketiga.

Beberapa bulan yg lalu adik saya menjalani operasi, sehingga kondisi fisiknya menjadi buruk. Melihat tubuhnya yg mudah lelah membuat saya sangat khawatir. Jarak tempuh dari rumah saya ke kantornya lumayan jauh. Bisa memakan waktu 40menit sampai satu jam kalau sedang macet. Dan ini sangat menyiksa sekali buat adik saya. Situasi ini membuat saya mengambil keputusan untuk membeli rumah baru yg dekat dengan kantornya. Saya bener-bener merubah seluruh rencana-rencana saya demi membeli rumah ini. Saya harus menemukan rumah yg dekat dengan kantornya secepat mungkin. Maka inilah awal kisah, saya mulai melakukan perburuan rumah ketiga.

Melacak rumah di Taman Cibiru

Saya memilih lokasi ini sebagai perburuan perdana karena teman saya sudah ada yg tinggal di sana. Jadi teman saya memberikan gambaran tentang suasana tinggal di sana. Lokasinya memang agak di ketinggian dan persis di ujung banget. Dulu investasi di sana rasanya koq jauh banget. Tapi saat ini dengan semakin majunya perumahan ini semakin padat penghuninya. Fasilitasnya pun semakin bertambah banyak dan bagus banget. Dan harganya pun tiba-tiba melambung tinggi karena ada isu-isu yg mengatakan bahwa dekat dengan lokasi ini akan dibangun akses tol baru. Iming-iming ini membuat harga rumah di sana melambung tinggi dan para investor mulai melirik lokasi ini sebagai lahan bisnis baru. Ditambah lagi perumahan cluster baru Elysium harganya memang aduhai banget, mehong boo. Hampir 5X lipat dari harga rumah lama. Amboi. Ini menjadi daya dongkrak yg tinggi buat rumah lama. Rumah yg secondary menjadi 2X lipat dari harga pasaran sebelumnya. Sedap. Tapi dibandingkan dengan rumah baru masih lebih murah membeli rumah secondary. Belum lagi rumah cluster baru luas tanahnya menyempit.



Sunday, August 14, 2011

Hard Rock Bali & Kuta Beach

Di dekat Kuta Beach berdiri megah bangunan Hard Rock Bali. Saya coba singgah di Shopping Centre Hard Rock Bali ini. Tujuan saya hanya satu, pengen ngecek harga selembar kaos yg bertuliskan Hard Rock Bali. Saya berharap harganya masih terjangkau kocek saya sekitar 100-150ribuan. Dengan rasa percaya diri saya masuk ke Shop Centre tersebut. Saya disambut 2 orang petugas penjaga toko, dua-duanya secara fisik lelaki, tapi dari cara bicara dan gerak tubuhnya, rasa-rasanya setengah lelaki sih, suaranya terdengar rada halus dan merdu, tidak terdengar suara bass, mirip Ivan Gunawan. Tapi satu lelaki lagi yg bertugas sebagai kasir terlihat halus dan lemah gemulai tapi cara bicaranya masih terlihat seperti lelaki, tapi gerak tubuhnya gemulai bak penari. Apakah mereka lelaki tulen atau tidak, saya pun tak menelaah sejauh itu.

Singkat cerita mata saya pun sibuk mengecek kaos-kaos yg dipajang disana, khususnya kaos yg buat ukuran cewe mini kayak saya. Banyak model dan desain yg manis-manis, tapi ketika mengecek label harganya ndilala mahal sangat buat ukuran kocek saya. Selembar kaos  bertuliskan Hard Rock Bali ini dibandrol seharga 350ribu rupiah. Lama saya berpikir di sana, beli tidak,beli tidak,beli tidak, hati dan pikiran saya berantem, sibuk berkalkulasi, gila buat apa beli kaos semahal itu, toh kalaupun beli tak akan ada yg peduli dengan harganya. Secara fungsi kaos itu hanya bisa membalut setengah badan saya, tapi kalau dengan nilai nominal  yg sama 350ribu rupiah di Pasar Murah Sukawati, maka saya bisa beli 10 lembar kaos yg saya suka. Otak saya terus berlogika,untuk membatalkan niat saya membeli kaos itu. Saya tergoda membeli selembar karena ingat teman saya di Jepang, namanya Chiba Seleb, dia sangat fanatic dengan berbagai benda yg diproduksi oleh Hard Rock. Setiap kali berkunjung ke berbagai negara dan berbagai kota, maka teman saya yg bernama Chiba Seleb ini, akan singgah di Hard Rock untuk membeli souvenir. Hebat. Kalau melihat harga bandrol Hard Rock yg sangat mahal ini, saya malah merinding, membayangkan berapa banyak uang yg dihabiskan teman saya ini, untuk mengoleksi produk-produk buatan Hard Rock ini.

Pada akhirnya setelah cape berlogika dengan otak saya, hati saya akhirnya mengalah. Saya batal belanja di Hard Rock Bali. Dengan senyum meringis, saya mengucapkan terima kasih kepada pelayan tokonya. Saya pun keluar dengan lesu menuruni anak tangga, dan memutuskan untuk nongkrong dulu di Kuta Beach sambil mendengar deburan ombak. Siang itu langit di Kuta sangat cerah, matahari bersinar garang tapi tidak terlalu panas di kulit saya. Udara yg relative nyaman karena hanya berkisar 25-27 derajat saja. Oh Kuta Beach hari itu sangat biru dan indah sekali.


Sepanjang pantai dipenuhi para turis dari berbagai negara. Bahkan turis lokal pun tak kalah ramainya. Ditambah para pedagang asongan yg sama banyaknya dengan turis, maka tak pelak suasana Kuta Beach seperti dihuni ribuan orang yg berlalu-lalang di pinggir pantai yg berpasir putih. Hampir setiap jarak 1 meter, saya pasti menemukan pedagang asongan yg sedang menawarkan  dagangannya. Saya pikir Kuta  Beach ini mirip salon kecantikan dan toko serba ada tapi statusnya outdoor. Sepanjang saya menyusuri pantai, maka saya melihat kumpulan orang bule yg sedang membentuk grup-grup masing-masing sambil berpesta bir bintang. Mereka terlihat santai dan sangat menikmati pesta bir di siang hari. Kursi-kursi malas yg disediakan para pedagang bir di sana membuat para bule-bule ini betah berleyeh-leyeh di sana. Sambil bertelanjang dada mereka menenggak bir bintang botol demi botol. Saya nga tahu, bisa mabuk nga sih, kalau minum bir dalam jumlah yg banyak. Rasanya para bule ini minum bir kayak minum juice saja hahaha.

Kuta Beach bukan hanya sekedar pantai buat saya, tapi juga salon kecantikan,toko serba ada dan resto outdoor di mata saya. Saya memilih duduk dibawah pohon rindang yg teduh sekali, yg tumbuh disekitar Kuta Beach dan dekat dengan pagar pembatas antara jalan raya dan area Kuta Beach. Sambil memesan air kelapa muda  segar dan rujak pedas yg dijual di sana. Saya duduk di kursi malas yg disediakan pedagang asongan di sana. Sambil minum air kelapa muda, saya asyik menonton para bule-bule yg dikerubungi para pedagang yg menjajakan barang dagangannya. Mulai dari kaos-kaos  yg bertuliskan Bali, selendang khas untuk pantai dengan motif yg sangat cantik, aksesoris dan perhiasan yg cantik terbuat dari perak dan mote-mote, bahkan ukiran dan patung pun dijual di sana. Segalanya ada. Ada pelukis tatto di tubuh yg dengan gigih menawarkan jasa tattoonya, sambil memperlihatkan contoh-contoh tatto yg cocok untuk para turis mancanegara. Biaya yg ditawarkan pun sangat murah mulai dari 50-100ribu untuk harga per tattoo. Kamu pasti suka dengan hasil lukis tattoo di Kuta. Saya sampai berpikir, betapa nikmatnya hidup para pelukis tatto ini, mereka bisa bebas melukis tubuh telanjang para bule ini hehehe. Terkadang seorang pelanggan ditangani 3-4 orang penjual jasa yg berbeda, satu tukang pijat, yg sedang memijat punggung, satu lagi sedang melakukan manicure & pedicure, dan satu lagi sedang melukis tatto di kaki pelanggan tersebut dan terakhir penjual aksesoris wanita dengan kalung-kalung manis dan eksotik, cincin dan gelang indah. Mantap. Si bule yg jadi pelanggan ini terlihat sangat menikmati perannya sebagai raja sehari. Bir dingin di tangan si bule ini terus ditenggak, sembari punggung dipijat enak sama pemijat pro di sana, manicure & pedicure dilanjutkan dengan menggunakan cat kuku dengan warna-warna yg super cerah, menambah cantik kuku-kuku para bule ini. Ohlala nikmatnya. Cukup dengan modal 200ribu rupiah, para turis ini sudah mendapatkan pelayanan kelas satu ala Kuta Beach.

ngantuk euy besok aja yah

Meraba Indonesia

Aku sudah baca hampir setengah buku tentang Meraba Indonesia. Cuma satu kata buat Achmad Yunus : TOP. Bagus.Hebat. Specchless.Asli gue suka gaya dia menceritakan betapa kaya Indonesia ini.Betapa ramah penduduknya. Tapi ironis pemerintah dan aparatnya tak kalah biadab dengan penjajah Belanda. Belanda aja masih punya otak, membangun infrastruktur yg serba memungkinkan untuk menghubungkan antar pulau di Nusantara. Termasuk keunggulan mercusuar di setiap pulau. Bahkan sampai hari ini mercusuar yg kita pakai sebagian masih hasil pembangunan Belanda. Konyol nga sih hehehee…Pemerintah sekarang tak lebih dari parasit,benalu,koruptor, ndablek,goblok,tolol,campur sari semuanya. Hasilnya kekayaan Indonesia terkubur dan berkubang lumpur dan yg tersisa cuma jadi bangkai saja. Kayak Bangka Belitung, Bali, Bengkulu dll pulau2 terluar dan terpencil.Cape deh…Aku bener2 suka dengan buku Meraba Indonesia hahhahaa..Wajib dibaca anak bangsa ini..Very Inspiring.

Aku tertawa ngakak-ngakak baca kalimat AY di halaman 49 :
Ini satu-satunya kapal yg melayani pulau-pulau kecil. Dan hebatnya waktu itu hanya kami dan satu orang penumpang pencari kumang yg naik kapal. Saya merasa seperti raja minyak yg menguasai lautan hahhaaha..

Kalimat ini memiliki makna ganda buat aku. Betapa kalimat ini miris terdengar di gendang telingaku. Indonesia yg kaya dengan lautan dan dikenal sebagai negeri bahari tapi sayang seribu sayang, angkutan lautnya tidak begitu berjaya lagi seperti di masa lalu. Para pembuat kapal kita tidak semashyur zaman dulu. Menyedihkan. Membaca buku ini membangkitkan romantisme kejayaan Indonesia di masa lalu. Zamrud Khatulistiwa..

Betapa miris membaca isi buku ini di halaman 134-135
Namun, air tampaknya tak mempan memadamkan api yg liar.Angin berembus kencang.Membuat api semakin menjadi-jadi. Ya, betul kata Deny : Borneo sedang menuju titik kehancurannya.Lingkungan yg rusak melenyapkan sisi eksotik tanah Borneo.

Membaca ini membuat aku berpikir bahwa : Bukankah pemerintah dan aparat di NKRI ini seperti pemain ketoprak, dagelan  atau sirkus yg doyan melawak. Padahal rakyatnya tak pengen menonton lawakan atau dagelan. Rakyat sudah bosan dengan janji-janji kosong pemerintah. Mereka mulai merayu rakyat saat sedang Pemilu atau Pilkada. Menebar janji palsu, yg di kemudian hari disangkalnya mati-matian bahwa mereka pernah berjanji ini dan itu. Negeri ini kaya raya. Semuanya ada. Makanya disebut Zamrud Khatulistiwa. Bukankah Belanda dan Inggris di masa lalu bertempur dan berantem habis-habisan untuk memperebutkan Indonesia. Meskipun pada akhirnya Belanda jahanam itulah yg berhasil menjajah Indonesia selama 350 tahun. Itulah sebabnya negeri ini disebut negeri yg paling malang karena dijajah Belanda. Coba lihat seluruh jajahan Belanda menjadi idiot dan korup pejabatnya. Karena mantan penjajahnya pun dulu mengajarkan hal yg sama. Membuat kasta-kasta. Meninggalkan budaya feodalisme yg merusak mind-set dan mental anak bangsa ini.

Coba bandingkan dengan jajahan Inggris Raya, menjadikan  negeri jajahannya menjadi  pusat perdagangan terhebat di dunia. Sebutkan saja Singapura menjadi macan Asia, Hongkong yg sangat berjaya, New York di Amerika yg menjadi kota yg tak pernah tidur, Australia yg sungguh makmur. Keberhasilan negeri-negeri jajahan Inggris ini membuat aku berpikir, andai kita dijajah Inggris mungkin tak segenas ini nasib bangsa Indonesia. Ohlala sikap aku lebih kepada frustrasi atas sikap pemerintah dan aparat NKRI yg tak pernah berubah, lebih korup dan lebih biadab dari penjajah Belanda. Ironis negeri ini nyaris disebut negeri beriman dan penduduknya wajib beragama tapi moral sebagian pejabatnya lebih bejat dari atheis. Menyedihkan sekali...Buku ini semakin dibaca semakin membuat aku nelangsa dengan sikap pemerintah. Entah kapan negeri ini bisa makmur dan sejahtera seperti cita-cita pendiri negeri NKRI  ini yaitu  Sukarno-Hatta

Beli dan baca yah hahhahhaa promosi ni ye...

nuchan@14082011
aku cinta Indonesia

Tuesday, August 2, 2011

Letting go

Di masa lalu saya pernah jatuh cinta dengan seseorang yg membuat hari-hari saya sangat berbeda. Bahkan saya sendiri rasanya tak mengenal diri saya sendiri. Saya seperti berada di dunia lain. Otak saya hanya diisi dia, dia dan dia. I can’t stop thinking of him. Memikirkannya saja sudah membuat saya sangat bahagia,ceria dan segala sesuatu yg membuat saya merasa nyaman. Bahkan ketika saya mendapat masalah, maka orang pertama yg saya inginkan ada di dekat saya adalah dia. Dia bisa menghilangkan segala keresahan dan ketakutan saya. Tak pernah terbayang dalam benak saya, kalau saya akan berhenti memikirkannya. Saya hampir tak bisa bernafas bila sehari saja tak memikirkan  dirinya.I can’t breath without  you.Seperti ada magnet yg sangat kuat yg  membuat otak saya selalu lekat dengan dia. Saya tak tahu apakah kamu pernah merasakan hal yg sama, seperti yg saya alami. Dunia saya, hanya berputar tentang dia.

Anak baru
Saya pikir hanya pria saja yg heboh kalau ada staff wanita yg baru. Sering kali kalau ada staff wanita yg baru direkrut di kantor saya, maka untuk sesaat kantor saya akan gonjang-ganjing dengan gossip tentang staff baru tersebut. Mulai dari wajahnya, kulitnya, pendidikan dan statusnya menjadi berita hangat di kalangan staff pria. Sebenarnya para staff wanita juga rada heboh juga sih, tapi biasanya gossip yg beredar di kalangan kaum wanita, agak sedikit terkesan jealous sih. Tak jarang staff wanita yg sudah senior, akan mencibirkan bibirnya terrhapat staff wanita yg baru masuk.



Sunday, July 31, 2011

Harry Potter

 Seperti biasa Mvi suka telpon dadak-dadakan banget di akhir pekan. Tiba-tiba  without plan, telpon berdering dari Mvi, ngajakin nonton film Harry Potter di BlizMegaPlex Grande Indonesia. (Gila, emang dia pikir gue PTA kali yah? Halooo, gue bukan Perempuan Tanpa Acara khan?) Dengan nada cuek banget Mvi bilang begini :

“Nuchan,  mau nonton Harry Potter nga? Ima ngajakin nonton nie…”

“Sambil berteriak kegirangan , gue jawab begini : Asyik-asyik. Mau donk. Nonton yg jam berapa Mvi?”

Belum tahu. Soalnya Ima sedang kursus. Tadi Ima ngajakin Ka Rina, tapi tiba-tiba nga bisa katanya, ada urusan keluarga. Tapi voucher ada 3 lembar, sayang khan kalau nga dipakai. Terus gue  bilang ke Ima, kenapa nga ngajakin Nuchan aja? Oh iya ya, Ima setuju. Jadi gue juga dadakan donk menghubungi elo. (Gila, gimana gue nga tambah nelangsa begini, gue cuma dijadikan serep..gila cadangan booo..ternyata gue hanya sahabat cadangan buat Ima dan Evi. Jengkel nga sich?) Tapi sudahlah, tak ada gunanya membahas masalah itu. Setidaknya gue cukup beruntunglah, mereka berdua masih setia menganggap gue sahabat, walaupun status “sahabat cadangan”  Ohlala c’est lavie mon ami…

Lumayan donk, nonton film terbaru Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2. Gretong pula. Gratis gratis gratis. Siapa sich manusia yg punya pikiran sehat dengan status TA (Tanpa Acara) di waktu wiken, menolak tiket film gratis. Hari gini menolak yg gretong? Iseng amat yah hahaha. Nga gue banget gitu lo. Duch kalau bisa gratis, kenapa juga mesti bayar. Betul, tidak?

Ima ini memang ajaib banget. Hampir setiap bulan Ima dapat tiket film yg gratisan dari provider Excel…Nach, dari pada tiket gratis ini hangus sia-sia alias tidak terpakai, maka Ima, terkadang iseng  mengajak Evi dan gue, nonton film gratis di BlizMegaPlex. Sekalian hang out & ngobrol ngalor ngidul seputar kehidupan,  walaupun tak jelas tema dan solusinya apa hahaha( Yah iyahlah..kita itu ngumpul dan ngobrol memang bukan mencari solusi jitu dalam hidup..Yah cuma obrolan iseng doang, ngobrolin yg nga penting banget..tapi bikin kita bisa ngakak-ngakak jumpalitan menghadapi hidup yg serba menggelikan ini hahaha…Pokoknya intinya ngumpul, nonton dan makan-makan. Yang asyik-asyik saja. Duch kelihatan banget produk NEOLIB…

Saat sedang asyik-asyiknya chatting di internet, dering telpon dari Mvi ini, sudah mampu mengubah rencana gue di akhir pekan ini. Tanpa pikir panjang, gue segera menyiapkan pakaian, underwear, pernak-pernik make-up, dan segala benda yg diperlukan buat nginap semalam di flat Ima…Kebayang khan kalau nonton sudah larut malam, mendingan nginap aja deh, dari pada cari masalah hehehe. ( Duch kalau lagi begini, gue demen banget jadi cewe jomblo, yg bisa bebas sesuka hati gue, mau nginap keq, mau pulang pagi keq, terserah, nga ada yg protes hahaha..gue bilangnya The joys of being single woman hahaha)

( Duch kalau lagi begini, gue demen banget jadi cewe jomblo, yg bisa bebas sesuka hati gue, mau nginap keq, mau pulang pagi keq, terserah, nga ada yg protes hahaha..Boleh dong kalau gue bilang : The joys of being single woman hahaha)

Sebenarnya jauh hari sebelumnya gue, Ima & Mvi, sudah sepakat pengen nonton bareng lagi, kalau Ima dapat voucher dari provider Excel. Tapi entah kapan belum jelas jadwalnya. Secara Mvi sibuk. Rima super sibuk. Gue lebih cocok disebut cari kesibukan hahaha. Soalnya kalau gue bilang super sibuk, kelihatan status kerenya. Orang yg sibuk itu pasti orang gajian hahaha…(Taubat. Jangan timpukin gue yah. Bener khan? Kalau sibuk itu pasti karyawati yg digaji dong. )

Sesuai cerita diatas, jelaskan kalau gue sahabat cadangan. Tapi walaupun begitu gue tetap aja setia dan happy juga buat kumpul bareng dengan sohib-sohib gue, yg kadang suka bikin gue gemes juga sich hehehe. Yah namanya juga sohib hib...

Setelah seluruh kebutuhan nginap semalam lengkap masuk tas gue, gue segera meluncur ke TKP. Asyik banget nga ada macetnya sama sekali. Mungkin karena sudah terasa nuansa bulan Ramadhannya kali ye...Orang-orang pasti sedang khusuk mempersiapkan diri menjelang puasa perdana. Sementara kami bertiga sedang bergairah pengen menuntaskan keinginan mata kami untuk menonton Harry Potter.  Pukul 18:15 sore, gue tiba dengan selamat di kamar Ima. Ima dan Mvi sedang sholat magrib.

Hari ini, sebagai kejutan buat dua shohib gue ini, gue menghadiahkan jilbab bermotif kembang-kembang buat mereka berdua. Sebagai hadiah untuk menghadapi bulan suci  Ramadhan. Khan asyik juga tuch kalau di awal Ramadhan Ima & Mvi bisa memakai jilbab baru. Nah yg jadi masalah nie, gue nga tahu selera warna mereka berdua. Kali ini gue beli, satu jilbab berwarna krem susu tapi dengan motif kembang yg menurut gue menarik dan satu lagi berwarna pink dengan motif kembang juga. Sepanjang sejarah pengetahuan gue nie, Mvi lebih suka warna yg rada cerah dan menggoda banget, sesuai karakternya yg kadang rada centil til...Tapi kadang Mvi juga suka warna krem susu sih. Nah yg mana nie yg cocok selera mereka gue nga ngerti sama sekali. Maka untuk menghindari perang bintang antara mereka berdua, Ima & Mvi, gue tanya begini ke Ima : Mu senang warna pink nga Ima? Ima diam tanpa jawaban yg jelas. Lalu gue bilang gini : Kayaknya Mvi suka pink yah? Daripada lama nungguin jawaban mereka berdua, gue keluarkan saja jilbabnya dan memberikan jilbab itu ketangan Mvi. Mvi langsung mengambil warna krem susu. Kali ini kelihatannya Ima ternyata tertarik dengan warna krem susu, maka denga sedikit berteriak sambil tertawa-tawa Ima pengen merebut warna krem susu tersebut. Jadilah mereka berdua berebut jilbab warna krem susu.

Gue Cuma ikutan tertawa terpingkal-pingkal melihat tingkah laku mereka berdua yg sedang sibuk memperebutkan jilbab krem susu itu. Dalam hati gue, kasihan ya si jilbab pinknya dicuekkin ama mereka berdua. Andai jilbab pink itu bisa bicara, pasti jilbab itu sudah protes menangis. Tak ada yg mau merebut si jilbab pink. Hmmm, memang menyakitkan menjadi sesuatu yg tidak dipilih.( Kasihan ya si jilbab pink. )

Setelah puas berebut jilbab krem susu, akhirnya Mvi mengalah dengan mengambil jilbab warna pink. Usai sudah acara rebutan tersebut. By the way bus way, senang juga melihat Ima dan Mvi bergembira memperebutkan jilbab tersebut. Hehehe…Semoga jilbab baru itu membawa keceriaan buat Mvi dan Ima hehehe.

Jam sudah menunjukkan pukul 19an malam. Kami harus segera buru-buru ke BlizMegaPlex GI. Banyak info yg beredar di Facebook, bahwa suasana bioskop 21, sangat ramai dan antrian sangat panjang untuk menonton film Harry Potter. Karena film kali ini adalah merupakan seri terakhir dari serial panjang Harry Potter. Tentu banyak yg penasaran mengenai ending dari serial Harpo ini. Kami bertiga sudah sepakat, akan menonton film ini di jam berapa saja ok. Tergantung ketersediaan kursi saat antri di loket. Jam 20an boleh, jam 21an boleh, jam 22an boleh. Bebas. Nga perlu takut pulang malam. Berhubung malam minggu jadi nga terikat oleh waktu. Kalau pulang malam, yah resikonya besok pagi bangun rada siang aja. Itu salah satu kenikmatan dari jomblo. Bebas dan tak terikat waktu hehehe..The joys of  being single woman hahahha.

Saat memasuki BlizMegaPlex, ohlala antriannya sudah cukup panjang. Ima masuk ke barisan antrian. Sementara Mvi dan gue berdiri di luar antrian sambil mengamati sekeliling yg ramai banget. Jakarta booo, malam minggu hampir semua lokasi hiburan ramai dengan pengunjung. Saat seperti ini, gue suka memperhatikan fashion anak ABG yg funky abis. Yg nga nahan adalah suasana lantai 8 yg sangat dingin banget ini, tak menghalangi para cewe-cewe ABG ini, mengenakan tank top yg super minim dan hanya memakai celana pendek yg super duber pendek. Aje gile belum lagi ditingkahi high heels yg nyaris 10-15cm. Sedap. Gue hanya bisa nyengir kuda melihat gaya mereka yg hohoho biar menyiksa asal gaya booo..Gue pernah punya masa di mana demen banget pakai high heels. Tapi untuk saat ini gue kayaknya sudah memilih taubat deh hahaha. Gue cukup jadi penonton aja deh. Gue secara pribadi senang-senang aja lihat fashion mereka yg super modis itu. Bolehlah masih ABG, jadi nga papa juga kale gaya dikit hehehe.

Nah yg lebih unik lagi, saat memasuki toilet wanita, maka kamu bisa bayangkan betapa wanginya suasana toilet wanita. Berbagai wangian parfum dari berbagai merk tercium jelas di sana hehehe..Wanginya campur aduk boo..mulai dari Bvlgari, Calvin Klein, J-lo, dll.
masih nyambung lagi

Thursday, July 28, 2011

The Joys of Being Alone

Kadangkala setelah terjebak selama berminggu-minggu dengan rutinitas yg melelahkan seluruh jiwa raga, aku biasanya ingin istirahat dan menyendiri. Tapi terkadang keinginan menyendiri ini salah dimaknai oleh teman atau sahabat. Bagi aku menyendiri bukan kesepian. Menyendiri bagiku,  jauh dari segala kesibukan duniawi. Berhenti sesaat dikejar-kejar oleh  urusan pekerjaan. Berhenti sejenak dengan kesibukan dan kemacetan lalu lintas kota besar yg melelahkan. Waktu 24 jam di kota besar seperti kilatan waktu saja. Psssssssssssssssstttt, tahu-tahu sudah tengah malam. Pssssssssssssstttttttttttt, sudah memasuki akhir pekan. Dan tanpa terasa, kini  kita telah menjelang Ramadhan lagi. Ohlala, padahal kalau dibuka daftar yg ingin dikerjakan masih begitu banyak, yg selesai dikerjakan masih ¼ dari yg direncanakan.

Aku ingin punya waktu sendirian. Memanjakan diri sendiri. Waktunya untuk bergaul dan mengenali diri sendiri lebih dalam.  Dan ini sebuah keistimewaan, memberikan penghargaan terhadap diri sendiri. Berlibur sendirian. Menatap sunrise dari puncak bukit. Menyaksikan prosesi alam yg memukau. Melihat semburat merah mentari yg indah tak terperih. Mentari menyembul perlahan dari balik gunung seperti slow motion picture. Saat seperti itu menjadi momen, dimana aku bisa mengenali kekuatan Sang Pencipta. Oh, saat seperti itu bisa membuat alam pikiran kembali ke titik nol. Menghilangkan segala kepenatan yg menggelayut. Menjadi baru kembali. Seperti mendapatkan vitamin kehidupan yg baru.

Saat sendirian, seringkali aku bisa melihat lebih jernih semua peristiwa yg terjadi sebelumnya. Mengamati sekeliling lebih tenang. Menemukan berbagai hal yg selama ini terlihat biasa saja. Tapi saat sendiri semuanya terlihat lebih berarti. Dan aku bisa menemukan berbagai momen yg berkesan buat diriku pribadi. Menyusunnya di ruang memori. Menata kembali folder-folder yg ada direkaman kepalaku. Membuatnya lebih bersih,tertata rapi dan cantik. Dan menyingkirkan semua spam dan virus-virus yg melekat di memori otak. Memusnahkanya. Dan mengisi folder-folder baru yg lebih segar dan berwarna. Yg mampu membuat hidup jadi lebih hidup hehehe. Iklan kaleee hehehe...

nuchan@29072011
Being alone


Wednesday, July 27, 2011

Mimpi yg kandas

I give my hand to you with all my heart
Can't wait to live my life with you, can't wait to start
You and I will never be apart
My dreams came true because of you

Betapa mudahnya kata-kata ini meluncur dari bibir anak manusia yg sedang dimabuk asmara. Tapi ternyata tak begitu fakta yg terjadi. Memang lidah tak bertulang. Segala janji yg terucap semasa memadu kasih ,kini hanya tinggal kenangan dan khayalan belaka. Semula aku mengira bahwa perasaan kasih ini tak akan pernah padam dan tak akan memudar meskipun diserang badai persoalan hidup. Aku begitu yakin kalau aku akan bisa menghadang segala badai yg datang. Aku bahkan sangat yakin dengan perasaan ini. Begitu yakin dengan untaian kalimat indah ini. Tak akan ada badai yg bisa menggoyahkannya.

You're the reason I believe in love
And you're the answer to my prayers from up above
All we need is just the two of us
My dreams came true because of you

Mimpiku yg seolah menjadi nyata bahwa engkaulah jawaban atas segala doa panjangku, ternyata tak lebih panjang dari kilatan waktu….Tak lebih panjang dari umur jagung… Kemanakah cinta yg kaudengung-dengungkan ditelingaku dan dimimpi-mimpiku? Kau berubah. Kau bukan dia yg kukenal sebelumnya, yg membuat tidurku gelisah, dan ingin segera mendengar suara merdumu. Ingin segera mengakhiri kesendirianku. Mengakhiri semua kebebasanku sebagai wanita lajang. Ingin segera melabuhkan hatiku kepadamu. Dan aku begitu yakin bahwa :

From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn't give

Aku begitu yakin bahwa sepanjang sisa hidupku, aku akan terus mencintaimu. Aku akan memberikan segalanya untukmu. Tapi janji itu hanya tinggal kenangan buatku…Badai itu terlalu tinggi dan besar untuk kukalahkan…Aku tak mampu melampauinya..Aku kalah. Aku lelah.Aku muak.Aku benci. Aku benci dengan semua janji-janji manis itu. Aku terlalu yakin dengan semua perasaanku saat itu. Bagaimana mungkin aku salah dengan perasaanku sendiri. …Aku begitu yakin bahwa kau nyaris menjadi pria sempurna buatku. Aku begitu yakin kalau aku akan sanggup memberikan segalanya buatmu. Tapi ternyata tidak. Rasa cinta yg membara  itu sirna. Rasa itu sekarang  hilang tak berbekas…Kini menjadi sunyi dan aku pun ingin sendiri…Aku ingin sendiri lagi ....

nuchan@28072011
mimpi

Sunday, July 24, 2011

Richard Gere & Desi Anwar Face 2 Face

23 Juli 2011, Pukul 20:05WIB, saya menonton wawancara antara Desi Anwar dan Richard Gere di Metro TV dalam acara Face 2 Face. Secara pribadi saya selalu menyukai tokoh-tokoh yg diwawancarai oleh Desi Anwar. Wawancara ini dilakukan dalam bahasa Inggris.  Dan berita baiknya, saya yg kurang fasih berbahasa Inggris bisa mengerti isi wawancara tersebut karena ada subtitle dalam bahasa Indonesia. Thanks God! Secara saya mengagumi dua mahluk manis ini baik Richard Gere maupun Desi Anwar. Rasa penasaran saya mengenai isi pembicaraan mereka berdua membuat saya tak beranjak sedetik pun dari depan TV. Saya khawatir ada yg terlewat dari pengamatan saya.

Sorot mata Desi Anwar saat mewawancarai berbagai tokoh yg dihadirkannya, selalu membuat saya kagum. Matanya menatap lurus tepat ke bola mata lawan bicaranya dengan sorot mata yg tajam tapi lembut. Sikapnya yg tenang dan percaya diri saat berbincang-bincang dengan para tokoh ternama tersebut membuat saya sering berdecak kagum. Tentu ditingkahi kemampuan bahasa Inggris yg sangat fasih dan enak di dengar di telinga saya, membuat saya tak pernah bosan mendengar suaranya yg merdu. Tampaknya Desi selalu menguasai dengan baik isi pembicaraannya. Pertanyaannya yg lugas dan jelas membuat saya sebagai pendengar bisa memahami tujuan perbincangan tersebut. Desi memang sangat elegan dan menawan.

Ntar lanjut lagi deh..mau kerja dulu.....

Monday, July 18, 2011

Jangan suka icam aka ikut campur kehidupan orang lain.

Seringkali saya kesal dan jengkel melihat teman saya yg suka iseng mencampuri kehidupan orang lain. Entah memang sudah bawaan lahir atau memang sudah habit setiap manusia itu, selalu mau tahu dengan kehidupan orang lain. Entah kenapa gossip tentang keburukan dan kegagalan orang lain seperti madu yg laris manis dikerubungi oleh para icam’ers ini. Sepertinya mereka menikmati menjadi penyebar kabar burung. Lihat saja rating sebuah acara di TV, maka yg umumnya laris manis itu adalah acara infotainment yg memberitakan gossip-gossip murahan yg tak layak tayang di media televisi. Anehnya setiap TV di Indonesia ini jadi ikut-ikutan latah menayangkan berbagai tingkah laku para seleb dan para tokoh publik di media TV. Sehingga kesalahan atau borok-borok seseorang itu bisa ditayangkan berulang-ulang di berbagai channel TV. Dan ini memberikan daya rusak yg sangat tinggi buat para pemirsa yg kurang cerdas memilih tontonan yg layak tonton.