Friday, August 17, 2012

Okonomiyaki in Chitose's Resto - Osaka

Perut gue sudah lapar berat. Saran petugas Toyo Hotel yg menyarankan gue makan siang di resto kecil yg tak jauh letaknya dari hotel tersebut gue terima sepenuhnya. Gue hanya ingin makan siang yg serbamurah dan cepat. Setelah menitipkan tas dan ransel gue ke resepsionis, gue jalan kaki menuju resto itu. Baru jalan 5 menit, gue udah bingung dengan banyaknya jalan dan perempatan di sekitar sini, yg mana jalan menuju resto ini? Saat begini, gue semakin menyadari kalau gue kurang bisa baca peta dengan baik. Malas terjebak kebingungan gue menghampiri seorang petugas hotel lain yg ada di sekitar area ini, gue melihat begitu banyak bangunan hotel di sekitar sini. Hampir semuanya hotel.ckckck. Bahkan masih banyak hotel yg menawarkan harga yg lebih murah daripada Toyo Hotel ini. Padahal hasil pelacakan gue di website, gue hanya menemukan Toyo Hotel ini yg memberikan harga yg sangat kompetitif. Nyatanya di sini banyak yg lebih murah. Ampun dah.

Gue lalu menunjukkan peta dan nama restonya. Dia tersenyum manis sambil memberikan petunjuk, jalan mana yg harus gue tuju. Gue meneruskan jalan lagi menyusuri jalan kecil ini. Satu dua orang penduduk lokal saya temui sedang asyik berleyeh-leyeh di gang  tersebut . Tempat ini lumayan sepi di siang hari. Gue melihat gedung yg berjajar rapat sekali dengan jalan-jalan yg tidak terlalu lebar. Ini bener-bener pertama kalinya gue menyusuri gang-gang yg ada di Osaka. Gue melihat sisi lain dari kehidupan penduduk lokal di sini. Tiba-tiba gue merasakan pengalaman lain yg berbeda. Gue memang berharap melihat lebih banyak aktivitas sehari-hari penduduk lokal di sini. Supaya gue tahu apa yg mereka lakukan sehari-hari, tidak hanya sekedar mencari daerah turis saja. Rasanya lebih menarik kalau gue bisa melihat langsung kebiasaan penduduk lokalnya. Gue suka saat bertanya dan mereka dengan mimik penuh perhatian menolong dan menjelaskan ke gue. Mungkin ada untungnya gue bisa bahasa Jepang jadi tak ada perasaan khawatir saat memulai komunikasi dengan penduduk lokalnya. Mereka pun merasa nyaman karena gue bisa bahasa Jepang, sehingga mereka bisa menolong lebih mudah tanpa kendala bahasa sama sekali.  Ini perjalanan yg relatif tidak menimbulkan debaran yg terlalu banyak karena gue merasa yakin dan nyaman tak memiliki kendala bahasa saat berada di sini. Saat gue butuh dan pengen bertanya semuanya berjalan lancar saja. Akhirnya setelah 2X bertanya, gue tiba juga di sebuah resto kecil ini yg bernama Chitose.
Resto Chitose ini hampir sama saja dengan umumnya resto kecil yg ada di Jepang yg saya temui. Kecil dan efisien penataan kursi-kursinya. Saat gue masuk ke dalam ruangan resto ini tak ada seorang tamu pun di sana. Gue hanya sendiri. Pemiliknya seorang pria setengah baya tersenyum manis menyambut gue. Mungkin dia aneh melihat perempuan asing berkulit sawo matang memasuki restonya. Gue pun tersenyum manis mengimbangi keramahannya. Gue bilang mau mengecek menu dulu. Beliau lalu menyerahkan menu ke tangan gue. Ada beberapa menu dengan nama Jepang tapi tak jelas isinya apa ya? Satu persatu nama menu dan isinya gue tanya ke ownernya,dia lalu menjelaskan isinya dan rasanya. Beberapa saat gue ragu-ragu mau memilih menu yg mana ya, setelah dipertimbangkan maka gue memilih makan ”modan yaki” yg isinya campuran beef dan noodle beserta bumbu lainnya yg dibuat sendiri recipenya sama sang owner. Sembari beliau memasak, gue malah sibuk menonton acara drama siang yg ada di TV saat itu. Soalnya posisi gue duduk itu persis menghadap layar TV dan juga dekat dengan tempat memasak okonomiyaki itu. Sang owner sembari memasak, mengajak gue bercakap-cakap.

”Datang dari negara mana?”
”Indonesia”.
”Di kota mana?”
”Jakarta. ”
”Anda kenal negara saya?Indonesia.”
”Yeah, saya tahu negara Anda Indonesia dari TV. Saya melihat beberapa kali tentang Indonesia di TV.”
”Yeah, biasanya orang Jepang kenal negara saya karena Pulau Bali.
Apakah Anda pernah dengar Pulau Bali?”
”Yeah, orang Jepang senang berlibur ke Bali. Katanya indah sekali.”
”Ya, saya pikir Pulau Bali memang indah. Anda pernah ke Bali?”
”Belum.”
”Saya harap Anda harus coba berlibur ke sana.”
”Yeah. Saya sangat ingin berlibur. Tapi sulit rasanya meninggalkan resto ini karena kalau tutup terlalu lama pelanggan akan kesulitan.”
”Berapa lama Anda akan tinggal di Osaka? Apakah Anda bekerja di sini atau belajar?”
”Oh tidak. Saya hanya berlibur selama 2 minggu saja.”
”2 minggu? Singkat sekali.”
”Apakah Anda sendiri?”
”Ya, saya sendirian.”
”Oh Anda sangat berani.”
”Hahaha ya, itu biasa untuk beberapa wanita di Indonesia. Sekarang banyak wanita dari berbagai negara yg travelling sendirian.”
”Ya..banyak yang sudah berubah saat ini.”
”Tapi kenapa Anda bisa bahasa Jepang?Anda belajar di mana?”
”Karena saya bekerja di perusahaan Jepang di Indonesia. Saya memang pernah belajar bahasa Jepang. Dan atasan saya hampir semuanya orang Jepang. Kami biasanya berkomunikasi pakai bahasa Jepang. Jadi mungkin saya sedikit terlatih karena mereka.”
”Oh,pantesan Anda bisa bicara lancar sekali. Saya suka mendengarnya.
Bagaimana menyebutkan ”Anata ga suki desu. Matawa Ai shite iru” dalam bahasa Indonesia?”
”Aku cinta padamu.”
”Oh kalau begitu Aku cinta padamu!”

Mimik wajahnya yg serius saat menyebutkan ”Aku cinta padamu” ini dengan lafal yg pas, membuat gue tertawa terpingkal-pingkal. Gue bener-bener tersenyum karena dia begitu lucu. Gue sangat senang karena dia ramah sekali. Gue menyaksikan tangannya yg lincah menari-nari membuat campuran bumbu modan yaki ini. Lalu gue bilang biasanya orang Jepang menyukai rasa yg sangat datar ya, tidak suka dengan rasa dengan bumbu yg sangat kuat. Di negara saya, kami sangat menyukai makanan dengan bumbu yg sangat kuat dan pedas. Kadang-kadang lidah saya, serasa kayak terbakar sesaat saat memakan cabe atau bumbu yg sangat pedas. Kadang karena terlalu pedas, saya sampai menangis hahaha.  Dia tersenyum mendengar cerita saya. Lalu dia menawarkan untuk membagi dua modan yaki saya dengan dua rasa yg berbeda. Setengah dengan rasa yg original di Osaka ini dan setengahnya lagi dia akan menambahkan bumbu dengan rasa dan bumbu yg lebih kuat. Saya menjawab, ”Oh terima kasih banyak, kalau itu bisa dilakukan. Saya akan senang sekali. Silakan.” Akhirnya dia membaginya menjadi dua rasa yg berbeda. Oh gue begitu terharu dengan kemurahan hatinya melayani gue. Saat kami berbincang-bincang, ada seorang pria masuk dan kelihatannya dia pun ingin makan siang di sini. Gue lihat dia memesan Asahi Beer dan memesan okonomiyaki juga. Gue  meliriknya sejenak, dia terlihat sibuk sedang membaca koran yg ada di tangannya. Kami meneruskan berbincang-bincang. Dan sesekali pria itu melirik kami berdua. 
Setelah asyik berbincang, tak terasa menu modan yaki gue sudah matang dan siap disantap. Aduh air liur gue sudah mau menetes melihat modan yaki ini. Lalu gue tanya ke sang owner gimana cara memakannya, karena ini pertama kalinya gue makan modan yaki. Jadi nga punya clue sama sekali. Lalu dia mengajarkan saya cara memotong dan mengunakan sendoknya. Katanya kudu dimakan saat panas jadi rasanya bisa terasa di lidah gue.Hmmm semoga gue berhasil melakukannya. Pelan-pelan gue potong modan yaki yg rasanya kuat, dan mendekatkannya ke mulut gue sambil menghembuskan nafas gue ke modan yaki ini, untuk mengurangi rasa panasnya, perlahan-lahan masuk ke mulut gue dan rasa bumbunya memang sangat kuat, rasa noodle-nya yg digoreng juga terasa gurih dan ada slice beef-nya ini pun terasa nikmat ditambah taburan cheese yg menempel di sana menimbulkan sensasi rasa yg baru di lidah gue.Gurih dan enak. 

Rupanya melihat mimik muka gue yg coba menikmati modan yaki ini, dia, sang owner ini penasaran dan ingin mendengar komentar gue. Dia tanya, bagaimana rasanya? Gue tersenyum bilang ”weenak” Dia balas tersenyum. Kelihatannya dia puas mendengar komentar  gue. Pasti dia takut kalau gue tak menyukai rasanya hehehe. Walaupun ini pertama kalinya gue makan modan yaki dan masih merasa kagok dengan rasanya tapi gue yakin ini memang gegar budaya baru buat gue. Gue tetap suka dengan rasanya yg gurih. Gue mencoba mencicipi  kedua rasa yg disajikannya, dua-duanya memang enak. Masing-masing punya kenikmatan sendiri. Gue meneruskan makan modan yaki gue, sembari kadang-kadang kami berbincang-bincang. Gue merasa nyaman berada di sana. Gue bener-bener menikmati makan siang yg nikmat dan ketemu dengan sang owner yg menyajikan masakannya dengan resep sendiri dan juga memasak dengan hati tulus. Gue bisa lihat di matanya. Resto ini kecil banget tapi bersih dan menyajikan okonomiyaki yg enak sekali. Gue bener-bener jatuh cinta dengan resto ini. Berulang-ulang gue tersenyum melihat sang owner yg sedang sibuk meracik bumbu di dekat dapur ini. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat karena jam tangan gue sudah menunjukkan pukul 14:00 siang. Gue harus balik ke Toyo Hotel dan check in. Gue lalu permisi minta tagihannya berapa. Dia lalu bilang semuanya 700 yen. Gue menyerahkan uang seribu yen ke tangannya. 
Ketika mengembalikan uang kembaliannya ke gue, dia tiba-tiba bilang ingin kasih hadiah kipas tangan ke gue. Dia menyerahkan sebuah kipas tangan yg masih baru dan terbungkus rapi. Gue kaget dan tak tahu harus bilang apa ya. Gue hanya tersenyum sumringah dan bilang terima kasih banyak untuk kebaikan Anda.  ”Saya suka dengan okonomiyaki yang Anda masak. Enak sekali. Terima kasih banyak ya.” Aduh mimpi apa saya diberikan kipas tangan sebagus ini. Dia bilang lagi ” Aku cinta padamu” hahaha Gue balas tersenyum juga hahaha ”Yah yah aku cinta padamu juga” hahaha. Ini memang kejadian yg gue tak pernah duga sebelumnya. Lalu gue tanya nama Anda siapa? Dia jawab, ”Hideki Maeda” Terima Kasih Maeda-san. Saya akan ingat terus nama Anda. Terima kasih ya Anda sangat ramah sekali. Mungkin bukan harga kipasnya atau keindahan kipasnya yg membuat gue terharu sekali, tapi pemberian itu memang tulus dari beliau. Mungkin dia juga bahagia berbincang-bincang dengan gue. Selalu memang mengharukan kalau kita bertemu dengan seorang  asing di negara lain dan mereka bisa pakai bahasa ibu kita sendiri, akan memberikan kebahagiaan dan kesenangan tersendiri. Seperti ada kedekatan emosional tersendiri. Dan kita menjadi merasa dekat karena dijembatani bahasa yg sama. Ahhh hidup memang penuh kejutan.


Gue lalu mencoba memotret dia kembali dengan kamera Canon gue. Gue merasa terharu dengan semua kebaikannya ini. Gue hanya bisa memberikan senyuman manis saja. Gue masih surprise, jadi hanya bisa senyum saja. Gue pun pamit pisah dan mau balik ke hotel. Maeda-san bilang "sampai bertemu lagi dan hati-hati di jalan.Gue pun bilang terima kasih banyak. Dan kami pun harus berpisah. Mengapa setiap kali kita jatuh cinta dengan sebuah tempat dan kemudian harus diakhiri dengan perpisahan.  Rasanya berat tapi memang harus dilakukan. Gue akan membawa kenangan ini sepanjang jalan bertamasya di Jepang.

Hari pertama di Osaka, gue sudah diberkati dengan kebaikan seseorang yg baru gue kenal. Bukankah ini sering membuat kita jatuh cinta dan mencintai hidup ini karena diberikan kesempatan bertemu dengan orang-orang yg baik hati. Ini pula yg gue sukai dari travelling, gue selalu punya kesempatan bertemu dan menemukan berbagai kebaikan dari seseorang dari berbagai belahan dunia dengan cara yg sangat mengejutkan. Gue tak pernah menduga bahwa gue akan bisa berjumpa dengan segala keajaiban yg ada di muka bumi. Life is beautiful indeed. Aku cinta padamu Maeda-san. Kamu memang baik sekali! hahahaha. Artikel ini khusus gue tulis untuk mengenang kebaikan,keramahan dan nikmatnya masakan okonomiyaki buatan kamu. Sampai jumpa lagi di lain hari! Osaka, I am in love.

nuchan@072012
Osaka, I am in love.

Tuesday, July 31, 2012

Osaka I am coming (Summer Season July 2012)

Pukul 8:25 pagi, gue mendarat dengan selamat di KIX, Kansai International Airport. Gue sama sekali nga bisa menjelaskan perasaan gue. Tidak ada rasa deg-degan, walaupun ini yg pertama kali gue mendarat di KIX dan berkunjung ke Osaka. Kunjungan sebelumnya  gue  mendarat di Tokyo Narita Airport. Baik Narita Airport maupun KIX, bangunannya buat gue sama saja, terlihat minimalis dan modern. Tidak ada ciri  khas khusus yg mendominasi airport ini. Warna dinding yg didominasi warna cenderung cool white seperti warna putih yg dipadu dengan abu-abu jadi kesannya tidak terlalu mencolok warnanya. Bagi gue ini seperti kebiasaan orang Jepang yg tidak terlalu menyukai hal-hal yg terlalu mencolok, pilihan warna yg umum bagi orang Jepang adalah warna dasar yg alami dan tidak terlalu berbenturan dengan warna alam. Malah buat gue yg suka warna cerah, maka pilihan warna di semua bangunan di Jepang ini cenderung kusam dan redup buat gue. Ada satu  atau dua bangunan yg cerah tapi tidak terlalu memberikan efek ceria buat gue. Datar, kusam dan sunyi, tidak ada kesan wow…layak negara maju gitu lo…

Sunday, July 29, 2012

Summer Season in Japan July 2012

Kalau perjalanan tanpa drama kayaknya kurang seru ya. Begitu juga nasib gue yg sama ribetnya, setiap kali jalan-jalan sendirian ke luar negeri pasti ada aja drama yg bikin jantung gue hampir copot. Entah ini baik apa nga, buat jantung gue yah.. Tapi memang begitulah adanya, dari satu drama ke drama berikutnya. Tujuan liburan gue kali ini adalah ke Negeri Sakura Jepang. Tiket penerbangan Jkt-KL-Osaka-KL-Jkt ini, gue beli jauh-jauh hari sebelumnya, karena ada tawaran promo AA yg gila-gilaan. Padahal gue belum tahu juga sih bisa cuti dari kerjaan gue atau nga, atau bisa dapat visa atau nga. Tapi seperti biasanya gue suka nekat aja, beli tiket dulu, urusan cuti dan visa, nga usah dipikirin diawal,malah nga jalan-jalan kalau banyak pertimbangan. Buat gue gagal atau nga, itu urusan dibelakang, bagi gue nothing to lose. Bodoh. Kalau nga bisa terbang, berarti uang gue hangus aja. Gitu aja kog repot hahaha. Dan ini bukan yg pertama kali, gue melakukan tindakan konyol begini. Kalau mau jujur semua penerbangan gue ke negara-negara yg memerlukan visa itu,pasti semuanya serba-gambling. Tidak ada kepastian bahwa visa gue bakalan disetujui atau cuti gue bakalan diizinkan boss gue. Semua serbanekat aja. Ckckck. Kacau.

Wednesday, June 20, 2012

Visa oh visa...kenapa kau buat rumit hidupku!

Sebenarnya saya pribadi bosan ngomongin visa lagi visa lagi. Tapi suka atau tidak, kalau saya berencana memasuki negara orang lain di luar negara-negara Asean, maka saya harus mengurus aplikasi visa ke negara tersebut. Rasanya baru 2 bulan yg lalu saya pusing mengurus visa ke Australia, lengkap dengan segala drama yg mengikutinya. Sekarang sama juga, saya tetap harus berjibaku mengurus visa ke negara maju yg kecil mungil ini. Seperti biasalah isu-isu atau informasi yg beredar di internet sangat beragam. Mulai yg lebay dengan syarat yg neko-neko, sampai yg bilang gampang banget kog, asalkan semua data, dokumen dan persyaratan yg diminta, disiapkan secara berurut, jelas dan bener, maka pasti visanya disetujui. Taelah, kalau itu sih nenek-nenek juga tahulah. Yg disebut bener dan jelas itu, definisinya apa?

Karena baru 2 bulan lalu saya merasa degdegan dan takut tiket saya hangus terbakar, sekarang saya sudah mati rasa. Udah masuk dalam kategori pasrah total. Kalau diterima syukur, kalau ditolak EGP. Nga mau lagi merasa degdegan. Sudah pasrah saja. Ini pertama kalinya saya pasrah total. Kehilangan ambisi untuk memastikan visa saya diterima. Yg muncul di kepala saya, mau liburan aja kog saya kudu berjibaku mengurus izin masuk. Aneh. Bukankah kalau saya berkunjung ke negara mereka, negara tersebut akan mendapatkan keuntungan dari para visitor yg masuk ke negaranya. Mengapa mereka membuat sulit para pengunjungnya? Sudahlah pasrah saja.

Seluruh dokumen yg saya pakai saat mengajukan aplikasi visa ke Australia di bulan April, kini saya pakai untuk mengurus visa ke negara sakura ini. Saya hanya ganti nama kedutaannya, alamat, tanggal dan lama tinggal di sana. Semua dokumen saya susun dan urutkan sesuai dengan persyaratan yg dianjurkan melalui situs resmi Kedutaan Besar Jepang Jakarta. Ini situs resminya : http://www.id.emb-japan.go.jp/visa_7.html

Syarat-syarat yg diberlakukan hampir sama persis dengan negara lain. Khususnya untuk visa kunjungan wisata dengan biaya sendiri.

Saturday, June 16, 2012

Travelling to Perth - Western Australia (Day 1)

23 May 2012, pukul 5:25 pagi waktu setempat, pesawat D7236 mendarat dengan selamat di Perth International Airport. Mata masih sayu dan mengantuk banget tapi harus siap-siap untuk turun dari pesawat. Rasanya nyawa saya belum berkumpul, tapi penumpang kiri-kanan saya sudah mulai mengambil tas dari bagasi di atas kursi masing-masing. Meskipun pesawat sudah mendarat dengan mulus, pintu pesawat sudah dibuka dan penumpang sudah dipersilakan turun, tapi penumpang tetap bergerak tenang,tidak grasak-grusuk kayak dikejar setoran. Tidak terlihat penumpang yg langsung sibuk menyalakan handphone kayak ketakutan kehilangan bisnis multi-milyaran hehehe. Semua terlihat tenang dan terkesan santai sekali. Wuihhhh bagus banget yah. Jarang-jarang saya lihat situasi begini di negeri saya, negeri antah-berantah hahaha.

Sunday, May 20, 2012

Mengapa harus solo travel?


Mengapa harus solo travel? Perempuan pula. Bahaya tidak? Apakah cukup berharga untuk melakukan solo travel? Pertanyaan seperti ini pasti akan muncul saat kamu akan melakukan solo travel, apalagi ke luar negeri. Hmm tambah dicecar banyak pertanyaan.

Kalau saya pribadi ditanya, kenapa sich harus repot-repot solo travel. Sepi lagi. Garing banget, jalan sendiri. Tidak punya teman ngobrol atau ngerumpi atau apalah. Apa nga jadi bisu tuch jalan sendiri. Mungkin tidak semua orang bisa memahami hal ini. Tapi jangan kecil hati, nga usah pusing juga memikirkan jalan pikiran atau sudut pandang orang lain yg tidak bisa memahami hal ini. Karena memang bukan tugas kamu membuat mereka mengerti. Kalau saya pikir lebih baik berprinsip : Anjing menggongong, kafilah berlalu hehehe..EGP! Emang gue pikiran!

Kenapa saya harus solo travel?

Dulu saya termasuk kategori perempuan paling penakut. Tidur sendirian saja saya ketakutan, bisa semalaman saya tak bisa tidur kalau tidak ada teman tidur. Dari sejak kecil, saya selalu tidur satu ranjang dengan kakak perempuan saya. Jadi praktis selama ¼ abad hidup saya, tidur bareng kakak saya.

Saya mulai belajar tidur sendirian sejak kakak saya memutuskan menikah dan mengikuti suaminya hidup di luar Pulau Jawa. Saat itu saya sempat mengalami depresi dan susah tidur. Selama 3 bulan saya selalu tidur ketakutan, seperti ada bunyi-bunyi yg aneh saat saya mau tidur. Dan kerapkali tengah malam saya terbangun dan memeriksa ulang semua jendela dan pintu rumah, terkunci atau tidak. Dan itu sungguh sangat menyiksa sekali buat saya. Saya malah sempat diopname seminggu di RS Jakarta karena terserang penyakit typus. Katanya kecapean dan kurang tidur. Yah iyahlah gimana nga kurang tidur, wong tiap hari saat  tengah malam pasti terbangun. Bener-bener edan!

3 bulan lamanya tidur malam adalah menjadi ajang penderitaan buat saya. Plus bonus opname di RS. Saat itu saya pikir ini bener-bener gila. Saya harus berubah, kalau tidak mau hidup saya bak di neraka. (Belum tahu juga sih hidup di neraka kayak apa hahaha) Tapi intinya saya harus memutuskan bahwa saya harus berani. Mind-set saya harus segera dirubah.

Momen yg paling penting kenapa saya berubah adalah saat kontrak rumah saya di Bulak Rantai Kramat Jati Jakarta Timur sudah habis. Dan saya harus segera memperpanjang dan membayar biaya kontrakan setahun penuh. Saat yg sama juga rumah yg sudah saya beli di Mutiara sudah bisa dipakai tapi penduduk di sekitar perumahan itu masih sepi banget. Dua hal ini membuat saya harus segera memutuskan sikap saya, mau meneruskan perpanjangan kontrak rumah atau pindah rumah segera ke Mutiara tapi resikonya hidup di daerah yg masih sepi dan jauh dari pusat keramaian. Malah di perumahan saya ini, suara jangkrik masih bisa terdengar jelas hehehe.Setelah diperhitungkan dengan matang, akhirnya saya putuskan pindah rumah segera.

Keputusan ini adalah awal di mana saya mulai belajar berani menghadapi kenyataan bahwa saya harus berani tidur sendiri. Aneh bin ajaib, setelah seminggu saya tinggal di rumah saya sendiri, lambat laun saya tidak parno lagi saat tidur malam hari. Bahkan setelah berjalan setahun penuh, saya pikir saya sudah sembuh total. Saya tidak takut lagi tidur sendiri. Bahkan saya mulai menikmati betapa asyiknya tidur sendirian. Saya bebas melakukan aktivitas di kamar saya tanpa ada yg mengganggu. Tempat tidur yg luas 2x2m membuat saya bebas tidur berguling ke mana saja. Tak ada yg mengganggu. Saya bebas bangun menurut kemauan saya. Tidak ada yg menyuruh saya harus bangun, atau tidak ada yg memerintah saya harus melakukan apa. Saya bener-bener bebas dan menikmati kesendirian saya yg menurut saya membuat saya jadi tenang dan bahagia banget. Top! Saya tak pernah menduga kalau saya bisa sembuh dan tidak phobia lagi tidur sendiri. Begitu mudah obatnya. Saya hanya memutuskan di otak dan hati saya bahwa saya harus berani dan tidak boleh takut. Hebat. Mungkin kalau kamu penakut kayak saya, boleh coba tips saya tadi. Memutuskan menjadi berani di hati dan pikiran kamu, meskipun terpaksa. Pasti bisa sembuh.

Tahun 2005, saya dan sahabat saya mulai belajar travelling ke luar negeri.  Itupun karena dapat penawaran tiket murah banget dari AA. Saya senang banget. Travelling bareng sahabat  saya dengan rute KL-Penang-Hatyai-BKK-KL-JKT. Waktu itu saya bahagia banget. Walaupun banyak suka-dukanya tapi saya pikir itu adalah proses pembelajaran yg manis buat saya.

Perjalanan itu bener-bener memberikan kenangan yg manis buat saya. Dan saya mulai tertarik bahkan cenderung terbius pengen mengulangi kenikmatan saat traveling tersebut. Tapi kendala utama, saya sulit mengatur antara cuti saya dan cuti sahabat saya. Karena sahabat saya bekerja di perusahaan yg beda dgn saya. Aturan cutinya pun sangat beda dengan kantor saya. Acapkali ada penawaran tiket murah dari AA tapi ketika saya kemukakan hal ini dengan sahabat saya , selalu akhirnya terbentur jadwal yg berbeda. Awalnya saya frustrasi juga dengan keadaan ini. Pengen jalan dengan tiket murah tapi nga ada sahabat yg bisa diajak bareng. Mau jalan sendiri kog kayaknya janggal dan kurang nyaman juga.

Penawaran tiket AA yg datang bertubi-tubi membuat saya tak sanggup menahan godaan untuk segera travelling. Akhirnya saya putuskan untuk melakukan solo travel saja. Saya tak mau kehilangan kesempatan hanya karena harus tergantung ada teman jalan bareng atau tidak. Tahun 2006, saya putuskan untuk jalan sendiri lagi. Dengan rute JKT-Medan KL-Kuala Trengganu-KL-Malaka-KL-BKK-KL -JKT. Itu pertama kalinya saya melakukan solo travel. Banyak suka-duka yg saya alami selama perjalanan sendirian. Dan travelling  ini menjadi turning point untuk melakukan solo travel berikutnya dan berikutnya.

Setiap saat akan muncul pertanyaan yg sama : Mengapa harus solo travel?

Ketika saya memutuskan untuk solo travel, maka semua hal akan menjadi tugas dan tanggung-jawab saya pribadi. Saya harus mengandalkan segala kemampuan saya untuk memastikan perjalanan saya ini berjalan lancar. Karena saya tak punya teman untuk berbagi tugas.

Yg menarik bagi saya saat sudah memutuskan untuk solo travel adalah saya benar-benar harus mempersiapkan :

1. Mental
Ada sebagian orang yg berpikir bahwa kalau sudah sering travelling sendirian, maka lantas saya sudah memiliki mental baja dan pasti semua serba mudah. Sepertinya dugaan itu sedikit berlebihan atau kurang tepat. Saya tetap punya kekhawatiran sendiri. Memasuki negara lain yg belum pernah saya kunjungi sebelumnya, pasti punya kesulitannya sendiri. Untuk mempersiapkan mental saya dan rasa percaya diri saya memasuki negara tersebut, biasanya saya harus melakukan observasi sendiri melalui buku, website, mass media, atau berbagai blog-blog apa saja yg terkait dengan kondisi negara tersebut. Saat observasi ini, justru membuat saya belajar  banyak dan sering menemukan hal-hal yg unik dari negara tersebut. Kadang-kadang informasi di website ini memberikan saya perspective baru tentang negara tersebut. Bak kata orang bijak, tak kenal maka tak sayang. Mau tak mau saya harus belajar  tentang membaca  peta di dalam kota yg akan dituju, belajar tentang  wisata kuliner dan makanan khas negara tersebut, mencari tahu souvenir-souvenir yg unik yg dijual di negara tersebut, memastikan dengan baik kondisi cuaca atau musim-musim yg dianjurkan saat mengunjungi negara tersebut, mempelajari ikon wisata yg paling popular dan wajib dikunjungi serta highlights yg ada di sana, menganalisa biaya hidup,konversi mata uangnya, pakaian yg harus disesuaikan dengan musim di negara tersebut, moda-moda transportasi umum yg ada disana, tingkat keamanan bagi traveller wanita, berbagai lokasi guest houses,hostels dan tempat penginapan yg murah dan terjangkau yg umum dikunjungi para backpacker dari seluruh dunia. Semua proses  persiapan ini justru yg menjadi momen terbaik buat saya menambah pengetahuan-pengetahuan baru tentang negara lain. Semakin banyak saya menguasai tentang negara tersebut, maka semakin percaya diri saya memasuki negara tersebut. Dan ini yg akan membuat mental saya semakin teruji dan terasah, apakah saya sanggup bertahan di negeri orang sendirian.

2. Jadwal yg paling efisien

Saat memutuskan kapan berangkat, berapa lama akan tinggal di negara tujuan, kapan pulang, dan moda transportasi apa saja yg akan saya gunakan. Hal ini semua terkait erat dengan cara menyusun budget yg paling hemat dan efisien dan menetapkan jadwal yg sistematis sehingga budget yg dirancang tidak meleset terlalu jauh. Sehingga secara keseluruhan plan dan actual tidak terlalu banyak gap-nya. Sebelum menyusun jadwal, maka perlu dilakukan observasi melalui buku atau internet, sehingga saya bisa menentukan jadwal yg efisien. Dan ini bener-bener harus mengecek semuanya, mulai dari letak bandara, letak guest house, moda transportasi dan daerah-daerah yg akan dikunjungi berikutnya harus saya kuasai dengan bener. Agar bisa membuat travel plan yg efisien dan efektif.

3. Pakaian yg paling praktis dan minim

Berhubung jalan-jalan ini ala backpacker, maka seluruh pakaian yg disiapkan harus praktis dan tidak terlalu banyak. Semua jenis pakaian yg dibawa kalau bisa memang sangat ringan dan tidak terlalu tebal, biar tidak berat dan menyusahkan. Pastikan semua pakaian yg dibawa memang bener-bener diperlukan. Alagkah baiknya juga, kalau sebelumnya sudah mengecek kondisi cuaca di negara tujuan, agar tidak salah kostum. Khan gawat kalau datang saat musim dingin tapi lupa bawa warm clothes, bisa mati kedinginan atau justru budget meledak karena kudu beli baju dingin hehehe

4. Kondisi cuaca di negara tujuan

5. Cara menemukan lokasi lokasi yg akan dituju
6. Menyiapkan gadget dan alat bantu electrical type yg sesuai dgn negara tsb
7. Mata uang ...belajar cara praktis ngitung konversinya diluar kepala..biar nga mumet
8. Cara mengatur uang maupun dokumen penting sejenis passport biar aman
9. Jenis alat alat mandi dan make up yg pas dgn cuaca di negara tsb.
10. Menahan gairah untuk shopping berlebihan dll

to be continue,
nuchan@20052012


Sunday, May 13, 2012

Sial atau berkah menjadi warga negara Indonesia versus Aplikasi Visa


Salah satu hal yg paling konyol bagi para traveller Indonesia yg punya minat dan mimpi bertualang ke berbagai negara di dunia, khususnya ke negara-negara maju seperti USA,Eropa, Canada, New Zealand, Australia, Japan, Korea, dll adalah mengurus VISA. Visa adalah izin yg diberikan negara tertentu untuk memasuki negaranya dalam waktu tertentu.

Sialnya jadi orang Indonesia, sudah harus berjibaku menyediakan dana untuk bertualang ke negara-negara yg diimpikan, masih juga bisa tercekal bahkan terjungkal impiannya karena sulitnya mendapatkan visa dari negara-negara maju tersebut.  Saya suka iri  dan pengen menangis melihat negara jiran saya Malaysia, mereka bisa dengan bebas memasuki hampir semua negara di dunia ini tanpa harus repot-repot mengurus visa segala. Enaknya. Kapan orang Indonesia bisa dapat privilege begitu ya.

Sejak akhir bulan  April 2012 yg lalu, saya mulai disibukkan urusan mengurus visa ke salah satu negara maju. Memang sejak awal saya sudah mendengar kabar burung atau beberapa info dari website, bahwa orang Indonesia sangat sulit mendapatkan visa ke negara tersebut. Ada yg bilang negara tersebut cenderung mempersulit orang Indonesia memasuki negaranya. Entah apa alasannya, saya pun tidak tahu. Mungkin dikira teroris kali yeee. Atau mungkin takut jadi alien immigrant  kali yeee. Entahlah. Sebagai salah satu negara pengekspor pembokat terbesar di dunia, lengkap dengan berbagai drama penganiayaan terhadap pembokat Indonesia di luar negeri tanpa perlindungan yg jelas dari pemerintahnya, maka ini menjadi citra buruk yg membuat wajah Indonesia belang-bentong di mata negara maju tersebut. Orang Indonesia itu identik dengan troublemaker bagi mereka. Ohlala sedihnya. Jadilah saya orang Indonesia yg selalu direpotkan dengan urusan mengurus visa ini.

Sebenarnya seperti biasa, saya suka nekat. Beli tiket return dulu ke negara tersebut. Padahal sejak awal saya sudah tahu bahwa tak ada jaminan kalau saya bisa mendapatkan visa ke negara tersebut. Kalau sampai visa saya ditolak mentah-mentah maka melayanglah uang tiket saya itu dengan sia-sia. Tapi kalau saya tidak nekat pun, maka saya yakin banget tak akan pernah berusaha semaksimal mungkin untuk  menembus batas negara ini. Itu sebabnya saya menantang diri saya sendiri untuk bisa memasuki negara tersebut. Walaupun resikonya uang saya bisa hangus sia-sia. Ohlala bener-bener weeedaaann!

Setelah waktunya sudah mepet, baru saya sibuk browsing-browsing di internet mengenai syarat-syarat pengajuan visa ke negara tsb. Dan info yg saya dapat di internet memang beragam dan juga bisa membingungkan sekali. Mulai dari yg bikin ciut nyali  karena izinnya yg superrumit, sampai yg gampang banget katanya,karena kadang-kadang isu-isu di internet itu belum tentu benar. Maka semua artikel yg terkait syarat pengajuan visa itu, saya copy and paste ke word dan disimpang di laptop saya. Dalam waktu luang saya baca ulang semuanya dan saya coba bandingkan isinya, dan cek  kapan terakhir data tersebut diposting di internet untuk melihat berita tersebut masih uptodate atau tidak. Dan ini membantu saya dalam menyusun data dan dokumen yg diperlukan secara lengkap. Sebelumnya saya sudah punya pengalaman yg sama rumitnya, tahun lalu saya sudah pernah menyusun data dan dokumen pengajuan visa ke Korea Selatan, maka seluruh dokumen itu sangat berguna juga buat saya. Jadi saya sudah tahu mana yg harus disiapkan secara berurut biar saat  dicek pihak kedutaan mudah dibaca dan dimengerti seluruh isinya. Berharap hal ini bisa memperlancar izin masuk saya.

Setelah berjibaku menyeleksi semua informasi yg saya dapat, maka saya putuskan untuk melengkapi dokumen saya ini dengan perpaduan dari beberapa info yg saya dapat dari internet. Itulah salah satu gunanya Mang Google buat hidup saya. Saya bisa melacak info apa saja di sana. Dan dalam hitungan menit saja, duduk manis di depan laptop saya, saya bisa  mendapatkan berita atau info penting yg saya butuhkan. Terima kasih buat semua penemu-penemu hebat di jagat raya ini, yg sudah membuat hidup saya jadi jauh lebih mudah, berkat kecanggihan informasi teknologi di abad ini. Top markotop.

Persyaratan umum yg wajib diajukan itu sbb. :
  1. Mengisi formulir aplikasi visa dengan lengkap. Bisa diunduh via website resmi. Yg bikin saya kaget adalah  harus mengisi pertanyaan sejumlah  44 butir dan sebanyak 14 halaman. Mana bahasa Inggris pula. Edan tenan.
  2. Foto 4x6 = 1 lembar, berwarna dan terbaru dan latar belakang putih
  3. Asli. Surat sponsor diatas kop surat & diberi cap stempel perusahaan, serta dijelaskan secara lengkap nama & jabatan pemohon visa. Yg ini saya tulis dalam bahasa Inggris dan tinggal copy and paste dari surat sponsor saya, saat buat pengajuan visa ke Korea Selatan tahun lalu. Jadi sudah ada formatnya. Jadi lebih mudah buat saya.
  4. Fotokopi KTP
  5. Fotokopi Kartu Keluarga
  6. Fotokopi Akte Kelahiran
  7. Fotokopi bukti keuangan pribadi 3 bulan terakhir. (untuk bukti keuangan dapat berupa rekening koran, tabungan, dll) Sebenarnya heran juga sih kenapa harus melampirkan buku tabungan kita. Apa hubungannya? Yah suka atau tidak suka tetap saja saya lampirkan. Dan saya harus rela antri memprintout bukti keuangan saya di BCA selama 3 bulan terakhir. Takut dikira kere kali, ntar ngerepotin negara yg dituju pula. Sabar ya teman, karena kita bukan orang Malaysia yg bebas memasuki negara-negara maju tersebut. Kasihan deh.
  8. Itinerary/travel plan selama di negara tersebut. Mungkin ini akan mempermudah izin masuk karena pihak kedutaan paham apa rencana saya di sana.
  9. Asli. Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan. Kalau masih kosong sebaiknya melampirkan passport yg lama yg sudah ada isinya. Mungkin mempermudah mereka mengecek negara mana saja yg sudah pernah kita masuki.

Drama lain yg sama konyolnya sering terjadi saat menyiapkan semua dokumen ini adalah saya sering kelimpungan mencari Kartu Keluarga saya. Saat tidak dibutuhkan kog rasanya mudah ditemukan. Tapi saat perlu dan mepet begini, saya bongkar seluruh file penyimpanan dokumen saya tapi tetap tidak ketemu. Satu per satu saya rapikan isi dokumen saya, tapi tetap tidak ada. Tapi secara tak sengaja, di dekat meja TV kog ada tergeletak dokumen baru yg mirip seperti  kartu keluarga. Saya cek memang ada nama saya dan adik saya dan lengkap dengan data saya dan adik saya. Judulnya surat pemberitahuan tentang kartu keluarga terbaru. Saya pikir, oh mungkin ada penggantian format baru kali. Tanpa pikir panjang saya putuskan bahwa ini adalah pengganti kartu keluarga saya  yg lama. Saya tidak berminat lagi mencari KK yg lama. Sesudah itu saya lengkapi semua data-data yg lainnya.

Saya simak satu persatu pertanyaan di aplikasi visa tersebut, ada beberapa pertanyaan yg menurut saya bertele-tele dan lebay. Masih lebih sederhana aplikasi visa ke Korsel atau ke China. Dasar orang Barat suka lebay dan norak. Kelihatannya biar detail dan spesifik, tapi malah menjadi pertanyaan yg sangat ribet dan tidak penting. Cape deh. Tapi meskipun agak jengkel, tetap saya tuntaskan mengisi pertanyaan itu sampai butir ke-44. Kemudian saya tandatangani. Saya simpan di file saya.

Saya berencana mengajukan cuti satu hari di Senin 30 Apr 2012 tapi sudah keduluan sama atasan saya yg cuti juga di hari tersebut. Saya coba pindah ke hari Jumat 28 Apr 2012 tapi kog kurang sreg ya. Akhirnya saya putuskan mau cuti  Selasa, 1 Mei 2012 saja tapi saat saya berniat mau menulis aplikasi cuti ternyata teman saya bilang bahwa 1 Mei itu, kantor saya diliburkan karena May Day. Wadoh asyik banget. Saya langsung khasak-khusuk tanya teman saya, hari itu kantor-kantor lain pada libur tidak, katanya semua kantor pemerintah dan swasta seperti bank-bank tetap buka seperti biasa.  Hmmm itu artinya kantor kedutaan pun pasti buka donk. Asyik. Saya langsung gembira dan tidak jadi mengajukan cuti. Hehehe..Tapi teman saya bilang akan ada demo buruh di Jakarta sekitar depan istana presiden atau gedung DPR di Senayan. Wah tapi tidak masalah buat saya, karena gedung yg saya tuju ada di Plaza Abda (Plaza Asia) di Jln.Sudirman,  hanya 2 gedung jaraknya dari Gedung Summitmas. Asyik.

1 Mei 2012, pukul 9 pagi saya berniat berangkat menuju gedung Plaza Abda (Plaza Asia) Lt.22 di Jln.Sudirman Kav. 59 Jakarta Selatan. Sebelum berangkat saya cek kembali semua kelengkapan dokumen saya, alamak ternyata itinerary/travel plan belum saya printout. Wadoh, terpaksa saya ke kantor dulu, karena filenya ada di komputer kantor saya. Akhirnya saya minta izin sekuriti dulu untuk naik ke Lt.2 mengambil file tsb. Halah jadi ngantor dulu deh. Dengan terburu-buru saya nyalakan kompi saya dan memprintout itinerary tsb. Setelah itu, saya baru jalan ke Plaza Abda. Duh betapa penuh drama ya.

Suasana di Plaza Abda/Plaza Asia terlihat ramai. Saya registrasi dulu untuk mengambil kartu tamu. Saya serahkan KTP saya ke petugas. Dia tanya mau ke lantai berapa. Saya jawab lantai 22. Lalu dia menyerahkan kartu tamu. Saya segera masuk dan naik lift dari sebelah kanan. Ketika tiba di Lt.22 sudah ramai dengan para tamu yg sedang mengurus visa. Tamu sudah penuh di dekat lift, sambil memegang map dan file. Ramai banget yg berminat ke negara tsb. Sejenak saya mencoba memindai sekeliling Lt.22 ini dengan mata saya, ternyata saya baru menyadari bahwa ada 4 negara yg dikelola oleh PT VFS Service Indonesia di Lt.22 ini yaitu UK,Canada, Australia dan UEA. Pantesan ramai banget ya.
Sebelum memasuki ruangan pengurusan visa ini, saya baru ingat salah satu artikel yg ada di website yg bilang bahwa dilarang membawa barang atau tas ke dalam ruangan selain dokumen-dokumen untuk mengurus visa saja. Dan pihak PT VFS yg ditunjuk pihak kedutaan mengurus semua aplikasi visa ini pun tidak menyediakan wadah penyimpanan tas kita. Jadi sebelum masuk ruangan  kita harus memikirkan sendiri mau ditaruh di mana itu tas. Alamak. Tapi saya putuskan untuk coba masuk bawa tas saya dulu, kalau ditolak nanti saya akan simpan di kantor sales company saya, yg terletak di Summitmas 1 Lt.8, meskipun jadi ribet ya karena saya akan mondar-mandir deh demi tas ini. Tapi sudahlah nasi sudah jadi bubur. Mendingan coba dulu. Saya mencoba masuk dengan bawa tas saya, seorang satpam pria tanya saya mau ngapain, saya bilang mau mengajukan aplikasi visa. Dia hanya bilang, tolong matikan dulu HP-nya, dilarang mengaktifkan HP di dalam ruangan selama proses pengajuan visa. Saya pun dengan manis mematikan HP saya di depan satpam. Kemudian dia melakukan scan metal detector di tubuh saya, sesudah ok, satpam mempersilakan saya masuk ruangan. Ternyata boleh kog bawa tas ke dalam ruangan, tapi HP saja yg harus off.

Sesudah masuk ruangan, seorang satpam di dalam ruangan, menanyakan hal yg sama ke saya, mau ngapain, saya jawab mau mengajukan aplikasi visa. Kemudian dia bantu saya memprintout  nomor antrian dari mesin antrian yg terletak di sebelah kanan dari pintu masuk. Saya dapat nomor antrian 56. Lalu secara iseng saya tanya satpam di dalam ruangan itu, boleh tidak bayar pakai credit card untuk aplikasi visanya, karena saya baca dari  website katanya boleh. Satpam bilang tidak bisa, semua transaksi harus bayar cash. Halah mampus uang saya tidak cukup. Maka saya permisi lagi ke satpam mau turun ambil uang di BCA. Saya tanya, BCA ada tidak di gedung ini? Dia bilang ada ATM bersama di Lt.1 di Bank Windu. Tanpa pikir panjang, saya pun turun lagi ke Lt.1 menuju Bank Windu. Suasana sangat sepi di bank ini, jadi saya bisa dengan leluasa ambil uang di situ tanpa antri. Selesai, saya naik lagi ke Lt.22, saat saya balik lagi, antrian saya sudah lewat. Akhirnya saya dapat nomor antrian yg baru. Kali ini dapat antrian nomor 58, dengan nomor registrasi AJAK/010512/0058/01. Saya coba memperhatikan sekeliling ruangan, saya lihat ada 9 staff yg menangani aplikasi visa ini,dengan memakai baju warna pastel ungu muda. Kursi-kursi yg disusun berjejer rapi di depan setiap meja dengan cover kursi warna merah. Saya pilih duduk di bagian tengah sambil mengamati para applicant yg sedang khusuk merapikan dokumen-dokumen mereka. Suasana ruangan terlihat tenang dan rapi. Berasa banget ya kalau mengurusi dokumen di negara maju ini sangat rapi, teliti dan efisien banget.  Para staff juga bekerja sangat cekatan. Setiap satu aplikasi selesai, terasa tidak ada jeda, nomor antrian berikutnya sudah dipanggil dan sudah tertera di layar monitor yg dipasang di bagian plafon atas setiap meja staff. Kalau 2X dipanggil, tidak segera hadir maka akan lanjut ke nomor antrian berikutnya, resikonya mereka harus ambil nomor antrian yg baru lagi. Bener-bener tertib banget. Kapan kita bisa buat birokrasi yg efisien kayak begini yah. Mimpi kali ye.

Tak lama berselang nomor saya dipanggil. Saya menghadap petugas yg bernama Edmund di bagian pojok paling kanan. Saya menyerahkan semua dokumen saya. Dia meneliti satu persatu isi dokumen saya. Dan tiba-tiba dia minta salinan KK saya. Saya lalu menunjukkan selembar salinan KK yg saya pikir itu memang KK saya,  tapi dia bilang ini bukan salinan KK tapi hanya surat pemberitahuan KK saja. Aduh berarti salah donk. Tapi dia bilang boleh dilengkapi lagi kog hari berikutnya sebelum proses aplikasi ini dikirimkan ke pihak kedutaan katanya. Kalau mau boleh dikirimkan hasil scan KK kita via email saja sambil melampirkan scan nomor registrasi kita supaya mudah dilacak. Okay saya setuju untuk mengirimkan dokumen tambahan ini via email besok paginya. Kemudian dia memeriksa sekali lagi semua dokumen saya, sambil memastikan masih ada tidak dokumen yg perlu saya lampirkan. Saya jawab tidak ada. Lalu dia menyerahkan sebuah bukti tanda terima semua dokumen yg sudah saya serahkan ke pihak VFS, saya cek ulang lagi satu per satu dan kemudian tandatangan sebagai bukti saya setuju dan mengerti.

Setelah prosesnya selesai, Edmund menyerahkan sebuah kwitansi pembayaran sambil menjelaskan biaya yg wajib saya bayarkan sbb:
1. Visa Fees           : 1,040,000
2. Logistic Fees      :    163,636
3. VAT Charges     :      16,364
4. SMS Platinum    :      20,000

Total yg harus saya bayarkan sebesar Rp. 1,240,000 dan bila aplikasi visa saya ditolak maka uang ini tidak bisa dikembalikan, artinya ditolak atau diterima tetap saja bayar. Ohlala mantap bener ya. Begitu sulitnya mau mengurus visa saja. Betapa sialnya jadi orang Indonesia. Inilah upah atas negara yg tidak dianggap dan tidak diperhitungkan oleh dunia.  Berbahagialah warga negara Singapura dan Malaysia sebagai negeri jiran kita,  yg tidak perlu repot dengan urusan visa.

Urusan pengajuan aplikasi visa telah usai, saya pun keluar ruangan. Tinggal tunggu hasilnya. Edmund bilang proses kerjanya hanya 5 hari kerja saja. Tapi kadang-kadang 3-4 hari ada yg sudah selesai. Setiap proses akan diinfo via sms.

SMS pertama,
Permohonan Visa, no.ref. AJAK/010512/0058/01 telah diserahkan ke Kedutaan Australia pada tanggal 02/05/12 untuk diproses

SMS kedua,
Permohonan visa yang diproses dengan no.ref. AJAK/010512/0058/01 siap untuk diambil di Pusat Aplikasi Visa *******

SMS ketiga,
Permohonan visa dengan no.ref. AJAK/010512/0058/01 telah diambil dari Pusat Aplikasi Visa ******* pada tanggal 10/05/2012

To be continue,
nuchan@052012
“The world is a book and those who do not travel read only one page.” – St. Augustine





Saturday, May 5, 2012

From drama to drama (Jakarta-Bali-Maumere)

Senin, 26 Maret 2012
Bangun pukul 6 pagi waktu Jakarta. Menggeliat sekejab, tapi badanku tak ingin beranjak dari tempat tidur. Wangi sprei putih di Fave Hotel Seminyak membuat aku masih betah bersembunyi di balik bedcover yg putih bersih. Aku memilih tidur lagi 30 menit,karena aku pikir baru jam 6an, tapi setelah 30 menit kemudian aku menyadari antara jam Bali dan Jakarta ada perbedaan satu jam. Oh lala aku harus segera bangun ternyata sudah siang. Ini Bali bukan Jakarta. Aku nyalakan TV mencari channel yg bagus. Pilihannya jatuh ke NHK. Asyik ada acara sejarah tarian Tango. Sembari menonton TV aku mencoba merapikan semua barang-barang hasil belanja di Joger kemarin sore. Beli 2 kaos berbentuk semi baby doll yg sexy berwarna hijau alpukat. Modelnya sederhana tapi nyaman di kulitku. Aku beli 2 buah tapi warna yg sama. Karena warna lain kurang menarik. Biasanya aku beli dua, supaya kalau yg satu sudah kusam warnanya, aku masih punya cadangan yg satunya hehehe Aneh khan?

Aku memperhatikan isi tasku yg penuh dgn beberapa jenis charger, mulai dari charger 2 HP yg berbeda, charger Samsung tablet, charger 2 buah kamera, kamera Lumix dan Canon. Ampun dah. Aku baru menyadari terlalu banyak charger yg harus dibawa saat bepergian. Kenapa sich aku mesti bawa berbagai gadget ini. Cape deh. Sebaiknya ada yg jual satu buah multi-charger tapi bisa mengakomodir berbagai jenis gadget. Gila kalau bawa laptop, 2 buah kamera dan 2 buah HP, berarti harus ada 5 jenis charger yg harus aku bawa ke sana kemari. Boros nga sich.

Semua baju yg sudah bekas pakai aku masukkan ke dalam plastik, agar tidak tercampur dgn baju yg masih bersih. Isi tas aku susun ulang biar terlihat rapi lagi. Aku pikir sebaiknya semua barang-barangku sudah rapi saat aku mau makan pagi di bawah. Jadi saat I-san dkk, siap untuk berangkat, aku sudah ready to go.

Sekarang saatnya mandi. Sembari mandi dengan air hangat, aku masih bisa menonton TV dari dalam ruang kamar mandi. Aku pikir desain kamar tidur dan kamar mandi yg dibuat oleh Fave Hotel Seminyak ini, lumayan bagus, karena ada jendela yg terbuka yg menghubungkan kamar tidur dan kamar mandi, sehingga saat mandi aku masih bisa melihat acara tarian Tango dari dalam kamar mandi. Cukup menghibur jadi aku nga perlu bosan di dalam kamar mandi.
Mandi dan berdandan di depan cermin yg lebar, sambil sesekali mengintip keluar jendela. Melihat suasana jalanan yg masih sepi. Sedang asyik berdandan, tiba-tiba aku mendengar dering telpon, ternyata  dari I-san. Mereka bertiga I-san,C-san dan S-san sudah makan pagi di lantai dasar dekat restoran. I-san minta aku turun untuk makan pagi. Aku bilang oke, aku akan segera turun menyusul mereka makan pagi.

Makan pagi hanya dengan nasi goreng dan buah-buahan saja. Minum orange juice. Mereka sudah selesai makan. Tinggal menunggu aku saja. Rasanya kurang menarik juga ditongkrongi makan sendiri. Ditambah lagi ini hari pertama aku bertemu dengan S-san. I-san dan C-san, sebelumnya sudah bertemu di kantorku saat bulan Feb 2012, saat mereka melakukan survey tentang beberapa keluarga karyawan yg sekiranya kampung halamannya belum dialiri listrik sama sekali. Saat itu aku membantu mereka menjadi translator dadakan saja.

Aku tanya I-san jam berapa mereka mendarat di Ngurah Rai Airport?Dia bilang jam 11 malam. Aku tertawa mendengarnya karena jam 11 malam aku sudah tidur lelap. Dia tanya jam berapa aku mendarat di Denpasar aku bilang jam 12:45 siang waktu Bali, setelah itu aku habiskan waktu untuk shopping di Joger dan jalan-jalan ke Dreamland. Karena Dreamland saat ini menjadi salah satu pantai terbaik yg ada di Bali. Bahkan disebut-sebut sebagai New Kuta Beach. Sepertinya mereka tertarik mendengarnya. Secara iseng aku menawarkan kalau mereka minat, sebelum ke airport kita bisa ke Dreamland dulu baru ke airport. Secara serempak mereka setuju.

Maka keputusan mendadak ini pun, membuat kami sepakat akan berangkat jam 10:30 pagi. Sementara jam sudah menunjukkan pukul 10:00 pagi. Kami sepakat akan ketemu di depan lobby hotel pukul 10:30 nanti karena mereka kelihatannya pengen beli oleh2 dulu di toko-toko terdekat. Sementara itu saya kudu mencari mobil yg bisa kami rental ke Dreamland dan airport. Karena sehari sebelumnya saya sudah pernah rental di Damai Tour seharga 225,000 Rp sudah termasuk mobil,supir dan bensin. Maka kali ini aku hanya setuju kalo harganya 300-350ribu saja.

Saat telpon ke Damai Tour ternyata beliau nga bisa langsung datang, maka aku beralih minta mobil ke bell boynya hotel. Siapa tahu dia punya kenalan. Ternyata dia menawarkan harganya seharga 500ribu. Gila mahal amat. Biasalah kalau mereka tahu yg rental orang asing harganya langsung melambung tinggi. Sialan! Saya coba tawar harganya hanya 300ribu saja. Karena tadi saya terlanjur bilang harga rentalnya 300ribu ke I-san. Wong saya rental juga sehari sebelumnya hanya 225ribu saja. Setelah tawar-menawar yg agak alot, akhirnya supirnya setuju harga 350ribu rupiah saja.

Setelah urusan mobil selesai, saya titip koper saya sementara di lobbi hotel. Kemudian saya lanjutkan lagi makan pagi yg tadi tertunda karena terburu-buru. Kali ini saya memilih memanggang roti dulu dan makan buah2an lagi serta minum orange juice. Suasana restoran terlihat sepi, hanya saya dan seorang pasangan bule yg sedang sarapan. Saya pilih menikmati makan pagi saya dengan santai sambil menunggu I-san dkk.
Selesai makan pagi, saya ke toilet. Keluar dari toilet saya melihat mobil yg saya rental sudah datang dan juga I-san dan C-san sudah ada di dekat lobbi. Saya segera menghampiri mereka dan menanyakan apakah mereka sudah selesai check out. Mereka bilang sedang menunggu S-san turun dari kamar. Saya segera minta semua invoice dari resepsionis atas nama masing-masing tamu. Kayaknya mereka sudah siapkan semuanya. Saya tinggal terima semua invoice kami dalam satu amplop. Setelah beres, saya minta mereka masuk ke dalam mobil. Karena waktu sudah berputar sangat cepat. Ketika saya lihat I-san pilih duduk di belakang saya jadi kurang nyaman. Saya minta dia duduk di depan saja, tapi dia menolak dengan lembut. Kami semua sudah duduk di dalam mobil tapi S-san masih juga belum turun. Wadoh ngapain dia diatas lama banget. Saya turun ke resepsionis lagi, minta disambungkan ke kamar S-san. Dan saya telpon beliau minta segera turun, karena sudah waktunya berangkat.  S-san kaget karena ternyata dia salah mengerti dengan jam yg kita sepakati hahaha. Karena beliau salah setting jam antara Japan dan Bali hehehe…Bingung kali dia yah bedain GMT. Kalau Japan GMT +9, Bali GMT +8, Jakarta GMT +7

Meskipun dengan berbagai drama kecil-kecilan yg terjadi pagi ini tapi akhirnya kami semua melaju menuju Dreamland hahaha. Sekarang saatnya menghitung menit demi menit karena ternyata jalanan di Bali saat hari kerja justru lebih lumayan padat dibandingkan hari Sabtu dan Minggu. Alamak! Begini jadinya rasanya kalau kita harus berpacu dengan waktu yah hahaha. Kemarin saat saya sendirian ke Dreamland, saya menikmatinya dengan cara yg sangat santai sekali, karena saya tidak tergantung dengan waktu sama sekali. Mau nyampe jam berapa juga okay ajalah…Sekarang justru saya harus bisa mencapai Dreamland dengan waktu yg sesingkat2nya dan kemudian melaju menuju airport karena kami akan terbang ke Maumere dengan Lion Air hahaha pukul 14: 35 waktu Bali.

Sepanjang jalan menuju Dreamland saya berulang-ulang tanya ke supirnya, masih jauh nga? Dengan santai supirnya bilang masih jauh hehehe. Sepertinya C-san menyadari rasa khawatir saya hehehe Untuk menenangkan saya, secara bercanda dia bilang nga apa-apa kog kalo kita ketinggalan pesawat hahaha. Nanti gampang kog bikin laporan apa saja hahaha. Saya jadi tertawa terpingkal-pingkal mendengarnya. Dan itu cukup membuat saya tenang jadinya. Saya rasanya tak perlu khawatir lagi karena punya teman-teman yg kayaknya easy going. Tak terlihat kalau mereka kayak orang Jepang yg lebih sering kelihatan membosankan buat saya hahaha…
Setelah hampir 35 menit melaju,akhirnya kami sudah sampai di gerbang depan Pecatu Indah Resort yg ada patung GWK itu lo…Wah ini udah dekat sama Dreamland. Hati jadi merasa nyaman. Menyusuri jalanan masuk menuju Dreamland terlihat pohon-pohon yg ditata rapi. Dan di kanan-kiri ada beberapa bangunan yg sedang dibangun di sana. Langit di Bali yg terlihat biru dan matahari yg bersinar penuh membuat suasana di sekitar Pecatu Indah terlihat indah dan membuat hati jadi nyaman. I-san dkk juga mulai merasa lega karena kami sudah mulai memasuki daerah Dreamland. Saat menuruni jalanan menuju Dreamland saya agak bingung melihat supirnya melewati daerah di mana kemaren saya turun saat menuju pantai. Katanya mau lewat jalanan yg lain. Katanya ada bis yg setiap saat turun ke pantai. Saya sedikit bingung bercampur kesal banget dan dengan suara agak kesal saya bilang sebaiknya kita masuk melalui jalanan yg umum dilakukan para turis saja, nga usah lewat jalan yg lain. Waktu saya sudah mepet dan saya butuh jalan pintas yg kemarin. Akhirnya setelah ngotot dan maksa supaya lewat jalan biasa akhirnya kami memasuki jalur yg biasa. Mungkin supirnya rada brengsek, nga mau lewat jalan biasa ini karena memang parkir di sana bayar 15,000 ribu sekali parkir. Nga mau rugi banget tuch supir. Cape deh.














Akhirnya kami sampai juga di Dreamland. Dengan sedikit tergesa-gesa saya jalan cepat menuruni anak tangga menuju pantai.  Sekarang jalan menuju ke pantai ini sudah diisi dengan para pedagang souvenir dan juga beberapa restoran. Setelah berjalan tak lebih 2 menit, kami sudah melihat deburan ombak dan juga pantai Dreamland yg mempesona. Saya tak pernah bosan melihat birunya pantai Deamland ini. Beberapa tahun yg lalu saya pernah ke sini dan suasana di pantai ini masih sangat sepi sekali, saya sampai terharu  melihat betapa indahnya pantai ini. Deburan ombak dan suasananya yg sepi membuat saya tak henti-hentinya bersyukur atas keindahan alam yg diberikan oleh Sang Pencipta. Rasanya pengen berlama-lama melamun  di sini.
 
Saat ini walaupun kami datang tergesa-gesa dan waktu yg tersedia juga sangat terbatas, dan  harus bisa puas melihat deburan ombak dan keindahan pantai Dreamland ini dalam waktu 15 menit saja. Dengan sedikit tergesa-gesa juga kami mencoba mengabadikan photo kami di sini hahaha...Bener-bener supercepat. Saya memaksa otak saya memindai semua keindahan ini, hanya dalam waktu 15 menit saja. 

to be continue
nuchan@24042012 
Live up your dream!

Monday, April 2, 2012

Thinking of you quotes

You know it is love when
you want to share everything with her,
even her pain.

You know it is love when
you can't stop thinking about her.
You know it is love when
you'd rather be in a relationship
but apart than not in a relationship at all.

But, most of all, you know it is love when
your happiness is dependant upon hers.
At least that's how I know.

If he is the first thing you think of when you wake up,
the only thing you think of when you're awake,
and the last thing you think of before you go to bed,
then he is really somebody special.

Somewhere there's someone who dreams of your smile,
And finds in your presence that life is worthwhile,
So when you are lonely remember it's true;
Somebody somewhere is thinking of you

I think of you with every waking moment
of my life and dream of you with every dream
that I have; I miss you.

Up in the skies,
I look very carefully to see your face.
I wonder if you're there,
I wonder if tonight you're thinking of me.
I just want to tell you that
looking at the stars makes me think of you.
By looking at it I just want to be where you are,
and hold you tight and never let go!!

Everytime I think of you, I'm sad.
Everytime I hear you're name, I'm mad.
But everytime I think of how you made me feel,I'm glad.

Thursday, March 1, 2012

Hasil Survei di Negeri Para Bedebah

Di tahun 2012, saya menjalani kesibukan dengan berbagai market survey di seluruh Jakarta. Kali ini saya melakukan beberapa survey di berbagai convenient store yg tersebar di seluruh Jakarta. Saya baru kali ini menyadari bahwa begitu banyaknya convenient store yg berbau asing di Jakarta. Ada Lawson yg ternyata  convenient store yg berasal dari Jepang. Selama ini saya pikir masih dari Amerika sama seperti 7 Eleven, ternyata bukan.

Tuesday, February 21, 2012

Kesiapan mental kamu kunci menembus batas-batas negara lain

Hambatan terbesar saat kamu akan travelling sendirian  ke luar negeri adalah kesiapan mental. Uang bukan segalanya. Punya uang bukan berarti kamu siap untuk travelling sendirian ke luar negeri. Kesiapan mental adalah salah satu kunci untuk melanglang buana ke luar negeri.

Kalau ingin travelling ke luar negeri dan kamu menggunakan jasa travel agent, itu sih sudah biasa. Kalau saya menyebutnya hanya sekedar berpindah tempat dari satu lokasi ke lokasi berikutnya. Rasanya sulit untuk menemukan arti sebuah perjalanan ataupun sulit melakukan kontemplasi kalau kamu menggunakan jasa travel agent. Yah tapi memang semua tergantung individunya. Tiap-tiap orang beda kadarnya.

Monday, February 13, 2012

Mind-set


Entah kenapa kalau berhadapan dengan orang Indonesia itu tak lebih tak kurang selalu fokus dengan mencari-cari kesalahan bukan fokus pada solusi, menghabiskan energi mengemukakan alasan kenapa gagal dari pada fokus terhadap penyelesaian masalah. Menyebalkan. Mungkin tidak semua orang Indonesia seperti itu tapi saya pikir sebagian memiliki mind-set yg seperti itu. Saya nga tahu dari mana budaya ini. Kenapa punya mind-set seburuk ini.Bikin gemes saja.


Setiap kali ada masalah atau bencana selalu membuat berita yg tidak menghibur dan tidak menyelesaikan masalah sama sekali. Malah info-info yg muncul hanya melemahkan semangat saja. Capek deh. Menonjolkan gambaran yg buruk dan pesimistis justru akan menularkan pengaruh yg buruk terhadap masyarakat banyak. Mungkin sebaiknya masyarakat kita harus belajar dengan semangat pantang menyerah yg dimiliki orang Jepang. Dan bencana bukan sesuatu yg harus ditangisi terus-menerus tapi menjadi kesempatan yg baik untuk berbenah diri dan menyiapkan mental menghadapi badai masalah yg lebih besar lagi. Supaya saat masalah datang kita tidak cengeng dan putus asa. Betul tidak?

nuchan@022012
ganbarimashoo!

Tuesday, February 7, 2012

Hang out with konco-koncoku







Tiada hari tanpa narsis hahahha cewebangetngasih:+)

Sunday, February 5, 2012

Dosen NORAK ala Indonesia

Minggu lalu saya dapat tugas dari President saya untuk menemani seorang tamu untuk melakukan market survey di seputar Jakarta.  Katanya tamu ini seorang mahasiswa dari Waseda University yg sedang menuntut ilmu di Jakarta selama satu tahun.  Wow mahasiswa dan jenis kelaminnya pria pula, dalam bayangan saya ini pasti sangat menjanjikan dan bisa menjadi stimulasi buat saya semangat menemaninya market survey. Dengan harap-harap cemas saya menunggu rencana yg sudah disepakati. Secara gitu lo ketemu mahasiswa Waseda University hahaha. Masih rumput muda dan mungkin unyu-unyu pula dalam benak saya.

Friday, February 3, 2012

Sombong Rohani

Satu hal yg sering menjadi batu sandung buat  kaum beragama adalah mereka sering kali terjebak  dengan kesombongan rohani. Bagi saya yg orang awam dan tidak terlalu religius, sering kali terganggu dan menghindari orang-orang seperti ini.